Kepala UPT KPH Larona dan Kadis LH Luwu Timur Tinjau Lokasi Illegal Logging di Malili

954
Tim KPH dan DLH Luwu Timur saat meninaju langsung lokasi illegal logging yang dilaporkan masyarakat

Luwu Timur, batarapos.com – Kepala UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Larona Provinsi Sulawesi Selatan Mandar, S.Hut,. M.M, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Luwu Timur meninjau langsung lokasi illegal logging yang diisukan menjadi penyebab keruhnya air sungai Malili beberapa pekan ini.

Dengan menempuh jarak puluhan kilometer dan waktu sekitar empat jam menggunakan mobil, motor hingga berjalan kaki, tim KPH dan DLH akhirnya tiba dibeberapa titik lokasi illegal logging, Kamis (2/12).

Selain meninjau lokasi kegiatan ilegal loging yang dilaporkan masyarakat, tim juga mengecek langsung kondisi air di sungai Kalosi tak jauh dari lokasi ilegal logging tersebut.

Dalam tinjauan tersebut, tim masih menemukan sisa-sisa kayu ilegal loging yang ditinggal oleh pelaku dipinggir jalan, kayu-kayu tersebut sudah berbentuk balok.

Namun kondisi kayu dan lokasi diperkirakan kegiatan ilegal loging itu berlangsung beberapa bulan bahkan tahun, pasalnya tidak ada tanda-tanda kegiatan baru, kayu yang tertinggal pun kondisinya sebagian sudah rapuh dan kering.

“Kita sudah lihat tadi bahwa tidak ada kegiatan baru, dan kayu-kayu serta serpihan hasil ilegal loging itu kita lihat sudah beberapa bulan bahkan ada yang tahunan, sehingga saya simpulkan bahwa tidak ada lagi aktivitas dilokasi titik tersebut, namun tidak menutup kemungkinan dititik lain yang belum kita tinjau ada,” Ungkap Mandar Kepala UPT KPH Larona usai meninjau lokasi.

Melihat dari beberapa titik lokasi yang ditinjau tidak ada tanda-tanda aktivitas baru, Mandar menyimpulkan bahwa keruhnya air sungai Malili kecil kemungkinan bersumber dari lokasi illegal loging sebagaimana isu yang berkembang.

“Soal pencemaran sungai sendiri itu kewenangan DLH untuk mengatakan, namun soal ilegal loging yang santer diisukan, saya bisa simpulkan bahwa keruhnya air sungai kecil kemungkinan bersumber dari kegiatan ilegal loging atau penebangan kayu yang sudah lama, melihat dari kondisinya tadi saat ditinjau,” Ujar Kepala UPT KPH Larona.

Ditempat yang sama, Andi Tabacina Akhmad Kepala DLH Luwu Timur mengatakan bahwa kondisi sediment pond PT. Citra Lampia Mandiri (CLM) over kapasitas sehingga terjadi limpahan di blok landau akibat curah hujan yang tinggi.

Begitupun sediment pond diarea Kande Api yang terus dibenahi meski area ini sudah tidak ada kegiatan penambangan lagi yang sudah proses reklamasi.

Saat kunjungan kedua DLH, air di sediment pond tersebut sudah kembali normal, sehingga DLH mengimbau PT. CLM untuk terus membenahi sediment pond, sehingga tidak terjadi luapan saat curah hujan tinggi.

“Jadi hari ini agendanya tinjau lokasi ilegal loging, karena tidak ada lagi aktivitas ilegal loging yang baru dilokasi yang kita tinjau, berarti memang sudah sesuai temuan yang kemarin bahwa itu disebabkan over lot melebihi kapasitas di sediment pond, kalau blok kande api sudah tidak ada kegiatan penambangan lagi, yang bermasalah kemarin sedimont pond di blok landau,” Kata Kepala DLH Luwu Timur pasca tinjau lokasi.

Saat tinjauan, tim juga menemukan endapan lumpur tebal di sungai kalosi, dimana sungai kalosi tersebut menurut tim, hulunya dari area penambangan di Kande api mengalir ke sungai pingkeru, namun kondisi air saat ini sudah jernih.

Tim batarapos.com

SebelumnyaKecamatan Tomoni Timur Terima Bantuan Mobil Jenazah dari Pemkab Luwu Timur
SelanjutnyaKetua Tim Penggerak PKK Desa Se-Kecamatan Malili Resmi Dilantik