Memori Pagar Bambu dan Kantor Yang Sempit, SDN 280 Mahalona Butuh Uluran Tangan Pemda

34

Towuti, batarapos.com – Berharap agar kedisiplinan siswa bisa bertambah dengan dibangunnya pagar sekolah mereka, para Guru di SDN 280 SP.1 Mahalona harap Pemda mau membantu merealisasikan keinginan mereka. Selasa (8/10/19).

Ditemui di sekolahnya, para tenaga pengajar berkeluh kesah mengenai bangunan pagar sekolah mereka yang terbuat dari bambu dan sudah tampak rusak akibat ulah siswa-siswinya yang selalu mengambil jalan pintas menuju ke ruang kelas.

 

Selain pagar sekolah, hampir seluruh tenaga pengajar di sekolah ini mengeluh tentang kelayakan kantor mereka, dimana didalam kantor tersebut hanya ada 2 ruang, yakni ruang kepala sekolah dan ruang tamu yang digunakan sebagai ruang kerja bersama.

Pantauan batarapos.com sangat jelas ruangan Kantor yang sesak dan terlihat para guru berdesakan dijajaran bangku kerja dalam satu ruangan, bahkan untuk tamu sepertinya tidak ada ruang yang cukup.

“Nah.. kita liat sendirimi to pak, kami disini bahkan kalau mau istirahat saja susah karena ruang kantor kami sangat sempit,” ucap salah satu guru yang tidak ingin namanya disebut.

Untuk itu, para tenaga pengajar di sekolah tersebut berharap banyak kepada Pemerintah Daerah untuk membantu merealisasikan mimpi mereka untuk mempunyai pagar sekolah, serta kantor yang layak. (AR)