Naksir Sama Pelayan Cafe, Pengunjung Ngamuk Kena Parang Sendiri

1914
Foto : Satu dari Tujuh Saksi yang Dimintai Keteranagan oleh Polisi

Luwu Timur, batarapos.com – Nabu salah satu Pengunjung Cafe Ballo’ di Desa Tarabbi, Kecamatan Malili, Luwu Timur dilarikan ke RSUD I Lagaligo lantaran disabet parang sendiri.

Nabu mengamuk menggunakan parang di cafe gegara waiter atau pelayan cafe, kejadiannya Kamis malam (1/7/21) sekitar pukul. 23.50 WITA.

Ferdi ponakan Nabu mengungkapkan bahwa sebelum kejadian dirinya disuruh oleh Nabu kembali ke rumahnya untuk mengambil parang, saat Ferdi kembali, Nabu langsung mengambil parang yang dibawa oleh Ferdi selanjutnya mengamuk didalam cafe.

Saya disuruh pulang ambil parang di rumah, pas saya kembali, parang itu diambil sama om ku, langsung mengamuk, jadi semua orang lari keluar, mungkin karena sudah mabuk biar tangannya dia potong juga” Ungkap Ferdi kepada batarapos.com.

Kapolsek Malili (AKP. Yunus Mangiwa) setelah meminta keterangan sejumlah saksi mengatakan bahwa pemicunya adalah pelayan cafe, dimana seorang pengunjung atas nama Nabu berteman tiga orang sudah dalam keadaan mabuk masuk ke cafe.

Didalam cafe, Nabu meminta seorang pelayan cafe yang dipilihnya untuk melayaninya, namun pelayan tersebut tidak mau, akhirnya dilayani oleh pelayan lain, tidak terima dengan pelayan itu, Nabu protes ke bagian kasir hingga akhirnya merobek semua kertas nota di meja kasir.

“Hasil keterangan saksi, itu gara-gara si Nabu ini suka dan mau dilayani sama pelayan cafe yang dia pilih, tapi pelayan tidak mau karena sudah ada yang dilayani, akhirnya Nabu protes ke kasir, akhirnya berdebat dengan pemilik cafe” Kata Kapolsek Malili.

Nabu akhirnya mengamuk menggunakan parang menebas apa saja dihadapannya, para pengunjung dan pelayan cafe berlarian keluar ruangan, hingga akhirnya ia terkena parangnya sendiri.

Kapolsek Malili juga menjelaskan bahwa, keberadaan cafe tersebut sangat jauh dari permukiman, keberadaan cafe itu juga baru diketahuinya sejak menjabat sebagai Kapolsek di Malili.

“Cafe ini jauh dari permukiman, saya juga baru tahu kalau ada cafe disitu” Jelasnya.

Polsek Malili saat ini sudah meminta keterangan tujuh orang saksi termasuk empat wanita pelayan cafe, sementara korban luka masih dirawat di RSUD I Lagaligo, Polisi juga sudah melakukan penyegelan terhadap cafe tempat kejadian. (HS).

SebelumnyaSejumlah Kapolsek dan Jajaran Polres Bone Bergeser
SelanjutnyaCamat Baebunta Hadiri Kampanye Pemaparan Visi, Misi dan Program Kerja Cakades Sassa