OPM : Hari Sumpah Pemuda Hari Yang Sangat Bermakna Bagi Keberadaan Pemuda Indonesia di Setiap Zamannya

42

Makassar, batarapos.com – Sumpah Pemuda diperingati setiap tanggal 28 Oktober, tepatnya hari ini peringatan sumpah pemuda sudah 93 tahun. Rabu (28/10/2020).

Di 93 tahun Sumpah Pemuda, Jendral Organisasi Pergerakan Mahasiswa (OPM), Arga Dwy Sandy mengatakan hari bersejarah ini adalah hari yang sangat berarti dan bermakna bagi keberadaan para pemuda Indonesia disetiap zamannya.

Bagaimana tidak?? Bayangkan saja pada zaman itu, bangsa Indonesia dalam keadaan terjajah oleh bangsa lain, yang artinya menurut saya, sedikit sekali kesempatan untuk mengangkat cita-cita persatuan demi sebuah kemerdekaan, tetapi pemuda bersikeras untuk tetap melahirkan Sumpah Pemuda,” ujarnya.

Dia juga mengatakan kita sudah merdeka dari segi kata, tetapi dari realitas pemuda hari ini masih terjajah baik dari segi investor yang mengeruk kekayaan Indonesia terlebih lagi hak bicara yang selalu dibungkam .

Sudah saatnya gerakan Mahasiswa harus maksimal untuk menegakkan keadilan di bumi Indonesia ini, sebab saya yakin didalam tubuh manusia ada jiwa kritis dan solutif yang mampu menjadi social control dan pelahir  revolusi,” terang jendral OPM tersebut.

Sudah seharusnya gerakan-gerakan kemanusiaan terus Dimassifkan, OPM selalu hadir dalam hal tersebut, Sumpah yang kami haturkan bukan hanya sumpah yang keluar begitu saja tanpa perbuatan sebagai pembuktian, kota Makassar menjadi saksi bahwa OPM selalu hadir sebagai social control setiap dinamika yang terjadi, selamat hari sumpah pemuda, kalian pemuda sudah lakukan apa untuk negeri ini ?,” Lanjutnya.

Apa lagi satu tahun Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Pemuda harus betul-betul menjadi kontrol, seperti halnya kebijakan-kebijakan yang tidak pro terhadap rakyat, RUU KPK, UU Minerba serta Omnibus Law, melihat rujukan dari kebijakan tersebut jelas Pemerintah Pro kepentingan pribadi dan kepentingan asing, ditambah setiap kritikan yang dilontarkan selalunya Pemuda dibenturkan sama aparat, saya rasa hari Indonesia tidak sehat perlu adanya gerakan yang massif.

Lebih lanjut “Andai saja pemuda bisa bersatu maka saya yakin setiap kebijakan yang tidak pro rakyat bisa ditangkis dengan gerakan-gerakan pemuda Tapi sayang, tidak sedikit dari banyaknya pemuda di Indonesia tak lagi mengamalkan dan menjalankan sumpah yang mereka lantumkan disetiap tanggal 28 Oktober. Melihat kejadian yang sering terjadi tentunya,” tutupnya.(Ridwan Tompo).