Pekerja Kabur, Proyek Pembangunan Jaringan Irigasi Permukaan di Lamuru Bermasalah

600

Bone batarapos.com – Para pekerja beserta mandor secara tiba-tiba tidak lagi melanjutkan pekerjaannya pada proyek Pembangunan Jaringan Irigasi Permukaan yang dilaksanakan di Desa Turu Cinnae, Kecamatan Lamuru, Kabupaten Bone, pelaksana PT. ATTA PRATAMA rekanan dari Dinas PSDA Kabupaten Bone.

Mereka mandor dan para pekerja sebelumnya sudah kabur, entah apa mereka ini tukang batu atau apa, pemasangan batunya buruk sekali, bangunan hasil kerjanya sebagian sudah dibongkar”, ucap pekerja mandor baru. Jumat (26/11/2021).

Sang mandor baru, mengaku saat ini bekerja secara extra berat guna membenahi atau melanjutkan hasil kerja para pekerja sebelumnya.

Memang banyak rongga-rongga (kurang campuran semen) pada pemasangan batu sehingga memungkinkan bangunan tanggul mudah rusak atau runtuh”, lanjutnya lagi.

Menurutnya selaku mandor baru, juga mengeluh sulitnya bahan material masuk kearea lokasi proyek sehingga pelaksanaan pekerjaan turut terhambat.

Kami baru dua puluh hari bekerja disini, bahan material juga kadang terlambat tiba disini, selain itu cuaca hujan juga turut mempengaruhi jalannya pelaksanaan proyek”, tambahnya.

Sebelumnya masyarakat setempat, tempat lokasi proyek dilaksanakan juga telah menerima informasi yang sama terkait kaburnya para pekerja tersebut tanpa alasan yang lebih jelas maupun secara detail.

Namun tim investigasi batarapos.com juga tidak hanya menemukan jejak-jejak hasil pekerjaan buruk tidak sesuai bestek dengan memakai bahan bangunan berkualitas rendah, diantaranya menggunakan batu kapur dengan jumlah diperkirakan ratusan kubik.

Batu kapur tersebut juga diketahui diambil dari hasil pengerukan bukit yang ada disekitarnya menggunakan alat berat excavator, dimana tempat drenaise saluran air melintas, kemudian dipergunakan sebagai pemasangan batu pada dinding drenaise saluran air tersebut sepanjang ratusan meter.

Padahal sebahagian bangunan sudah memakai bahan bangunan berjenis batu kali dengan kualitas tinggi sesuai petunjuk bestek.

Serta setelah cek dan ricek secara mendalam, ternyata plan proyek juga tidak terpasang berada dilokasi, direksi kit juga tidak terlihat untuk mengetahui informasi secara transparan tentang proyek ini.

Salah satu pengawas proyek PT. ATTA PRATAMA bernama Suardi yang berada dilokasi proyek dalam konfirmasinya mengakui hal tersebut.

Papan proyek kemarin dibuka karena banyak angin kencang begitupun dengan rencana gambar yang dipasang dirumah gubuk (tempat yang dijadikan direksi kit) tempat beristirahat dicabut karena angin kencang”, tutur Suardi.

Pengakuan Suardi mengatakan bahwa Proyek Pembangunan Jaringan Irigasi Permukaan angarannya berjumlah milyaran rupiah.

Anggarannya sekitar dua milyar lebih“, jelasnya.

Tim batarapos.com/Zul/Yusri

SebelumnyaSidang Paripurna, Bupati Luwu Timur Serahkan Lima Ranperda ke DPRD
SelanjutnyaPeringati HKN ke-57, Kadis Kesehatan Lutim Ajak Masyarakat Vaksinasi dan Donor Darah