Pemilik Lahan di Bone Mengamuk Siap Mati Hadapi PT. Apro Megatama

1425
Sejumlah Dump Truck Milik PT. Apro Megatama

Bone, batarapos.com – Material jenis Cipping dari 4 unit Dump Truck jenis Mitsubishi Fuso dari pihak pelaksana PT. Apro Megatama, nyaris jadi pemicu konflik pertumpahan darah di Desa Liliriawang, Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan, pada proyek pembangunan Preservasi Jalan dan Jembatan Bts. Kab. Maros – Ujung Lamuru – Watampone, Rabu (30/6/21) malam.

Kejadian itu berawal saat puluhan dump truck Mitsubhisi Fuso pengangkut material jenis batu ciping, secara tiba-tiba memadati Proyek Pembangunan Jalan Nasional tersebut sejak sore sekitar pukul 16.00 wita.

Truck itu datang dan parkir secara berjejeran tepat di lahan milik A. Kansar, pasalnya lahan milik A. Kansar yang bersertipikat itu tengah berproses atas tuntutan dugaan pengrusakan maupun penyerobotan terkait pembangunan perluasan dan pelebaran jalan, bahkan kasus ini tengah dalam tingkatan laporan pengaduan resmi kepada pihak Kepolisian Polres Bone.

Truck yang parkir itu menjadi pantauan A. Kansar sejak sore, nahasnya, sekitar pukul. 23.30 WITA sejumlah truck melakukan dump dan menumpahkan material diruas jalan, aksi itu terkesan memancing emosi A. Kansar selaku pemilik lahan sehingga pemilik lahan mengamuk dan nyaris terjadi pertumpahan darah.

Ini adalah pergerakan hidup dan mati, dari kemarin saya dianggap sampah”, tuturnya kepada batarapos.com.

Padahal pada saat itu juga  bertepatan dengan kedatangan penanggungjawab pelaksana proyek guna bertemu A.Kansar, rencana pertemuan antara pemilik lahan dan pelaksana proyek untuk silaturahmi itu juga merupakan pertemuan kali pertama sejak pembangunan mulai dilaksanakan untuk menemukan solusi.

Ketegangan itu reda setelah penanggung jawab proyek (Ismail Rahim ST.MT) selaku PPK didampingi pihak PU langsung memberi instruksi keras dan tegas kepada pihak PT. Apro Megatama untuk segera mengangkut kembali material yang sengaja ditumpahkan diruas jalan.

Padahal saya sudah memberi ultimatum, jangankan menumpahkan bahan material tersebut dibagian lokasi ini, lokasi bagian dalam saja saya telah melarangnya” tandas Ismail Rahim.

Dihadapan PPK Dinas PU Provinsi dan PU Bone, pemilik lahan meminta agar area yang masuk dalam batas-batas sertipikat yang tengah berproses keberatan untuk disterilkan dari kegiatan apapun yang berkaitan dengan proyek, sebelum ada izin dan kesepakatan dari semua pihak terkait.

Tenang, saya jamin tumpahan bahan material tersebut akan segera dibersihkan dan diangkut kembali”, Ucap Ismail sembari menenangkan A.Kansar.

Pantauan batarapos.com, tampak A. Kansar terus mengawasi rencana pengangkutan kembali material yang sudah ditumpahkan tersebut, sekitar pukul.02.00 subuh, A. Kansar juga mendatangi langsung area standby alat berat milik PT. Apro Megatama guna memastikan apakah instruksi PPK segera dilakukan.

Pihak PT. Apro Megatama baru melaksanakan instruksi PPK pukul. 03.30 WITA untuk mengangkut kembali material hingga pukul. 05.00, WITA.

Sedikitnya ada enam truck dan alat berat Eskavator yang digunakan mengangkut material tersebut” jelas A.Kansar. (Zul/Yusri/Agustang)

SebelumnyaKapolres Luwu Timur Pimpin Upacara Korps Raport Kenaikan Pangkat Personelnya
SelanjutnyaPolres Luwu Timur Ikuti Upacara HUT Bhayangkara ke 75 Secara Virtual