
Liputan : Dedhy
Luwu Utara, batarapos.com – Dalam rangka memperkaya khazanah pengetahuan sejarah dan nilai-nilai lokal, sejumlah siswa SDN 181 Makitta melakukan kunjungan pembelajaran ke Kompleks Makam Datuk Pattimang, Kecamatan Malangke, Kabupaten Luwu Utara, baru-baru ini.
Guru pendamping, Isnaeni, yang turut mendampingi para siswa mengatakan bahwa kunjungan ini bukan sekadar wisata religi biasa, tetapi juga bagian dari metode pembelajaran yang dilakukan di luar kelas yang memang dirancang khusus untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap mata pelajaran sejarah, sekaligus sebagai penambahan nilai mata pelajaran.
“ Kegiatan ini adalah salah satu bentuk pembelajaran yang kontekstual, yaitu dengan membawa siswa langsung ke lokasi bersejarah atau religi. Tujuannya adalah agar teori yang dipelajari dalam kelas melalui buku teks itu bisa menjadi lebih hidup dan nyata, ” tuturnya.
Selama berada di lokasi, para siswa ini juga diberikan penjelasan mengenai peran penting Datuk Pattimang sebagai salah satu ulama besar yang menyebarkan ajaran Islam di Kerajaan Luwu.
“ Sekali lagi ini adalah kunjungan wisata religi dengan tujuan agar para siswa tak hanya menghapal nama tokoh dari buku teks, tetapi juga merasakan langsung atmosfer sejarah langsung dari lokasi yang ada di sini, ” jelas Isnaeni.
“ Kami ingin siswa memiliki kedekatan emosional dengan sejarah lokal. Dengan melihat langsung situs dan cagar budaya di sini, nilai-nilai spiritual dan perjuangan Datuk Patimang diharapkan bisa terinternalisasi dalam karakter mereka nantinya, ” tandasnya.
Selain aspek kognitifnya, kunjungan ini juga merupakan bagian dari instrumen penilaian autentik. Di mana para siswa ditugaskan untuk mencatat informasi penting dan membuat laporan singkat sebagai bagian dari penambahan nilai mata pelajaran.
Berdasarkan pantauan, para siswa ini terlihat antusias mengamati detail arsitektur makam dan mendengarkan paparan dari tokoh adat setempat.
Bahkan beberapa siswa mengaku sangat senang karena dapat belajar dengan suasana baru yang lebih segar dibandingkan di dalam ruang kelas.
Dengan adanya kegiatan semacam ini, pihak sekolah berharap kualitas akademik dan kecintaan siswa terhadap budaya lokal dapat terus meningkat.












