Pimpinan Ponpes Azzuhail Seroja Pinrang Dipolisikan, Diduga Aniaya Santri

332

Pinrang, batarapos.com – Pimpinan pondok Pesantren (Ponpes) Azzuhail Seroja di Kelurahan Pacongan, Kecamatan Paletean, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan dilaporkan ke Polisi oleh orang tua santri, Minggu (5/9/21).

Tak hanya SA Pimpinan Pondok Pesantren yang dipolisikan, orang tua santri juga melaporkan NR istri pimpinan Ponpes dan RH Pembina di Pesantren tersebut.

Nurlela (51) orang tua santri warga Pekkabata, Kecamatan Paleteang, melaporkan ketiganya ke Polres Pinrang lantaran tidak terima anaknya inisial SR (14) diduga dianiaya hingga mengalami luka robek dibibir dan retak dibagian gigi.

Kejadiaan dugaan penganiayaan itu terjadi pada Sabtu malam (4/9/21) sekitar pukul. 23.50 WITA saat para santri sedang tidur.

Nurlela yang mendapat kabar anaknya dipukul oleh pihak Pondok Pesantren awalnya tidak merespon, dan menganggap itu hal biasa terjadi, mengingat itu hanya berupa hukuman pembinaan dari guru jika santri ada kesalahan.

Namun setelah mengetahui jika anaknya dianiaya hingga luka, ia bergegas menjemput anaknya untuk selanjutnya melaporkan ke Polres Pinrang.

Setelah saya dapat kabar dari anak saya, kalau dia dipukul sama guru,  Awalnya saya pikir ah paling juga dipukul sedikit, tapi saya kaget pas lihat ternyata parah, sampai luka robek dibibir dan retak giginya, saya tidak terima, makanya saya laporkan ke Polres,” Ujar Nurlela.

Informasi yang dihimpun, korban diduga dianiaya lantaran dituduh merokok dan mencium santriwati atau santri perempuan, namun hal itu dibantah oleh korban.

Hingga diberitakan, belum ada keterangan pihak terlapor, namun kejadian ini telah ditangani oleh pihak Mapolres Pinrang, surat panggilan permintaan keterangan juga telah dikirimkan oleh penyidik. (Idul).

SebelumnyaTinjau Pembangunan Huntap di Radda, Wakil Bupati Luwu Utara Berharap Mutu Bangunan tak Diabaikan
SelanjutnyaDPP Foreder: Sistem Ekspor Sarang Burung Walet Tak Berpihak Kepada Petani