Liputan : Dedi
Luwu Utara, batarapos.com — Kapolres Luwu Utara AKBP Nugraha Pamungkas meminta pihak sekolah melakukan pemeriksaan ponsel secara rutin terhadap seluruh pelajar. Penegasan tersebut disampaikan saat menjadi inspektur upacara di SMAN 1 Luwu Utara, Senin (24/8/2026).
Dalam amanatnya, Nugraha meminta pemeriksaan tidak hanya sebatas perangkat ponsel, tetapi juga memperhatikan penggunaan dan aktivitas digital pelajar.
“ Saya minta dilakukan pemeriksaan handphone secara rutin. Jangan cuma ponselnya yang diperiksa, tapi isi sampai riwayat pencarian daringnya juga dicek, ” tegasnya.
Kapolres juga mengingatkan pelajar agar tidak berkeliaran di luar rumah hingga larut malam. Menurutnya, kepolisian akan mengambil tindakan tegas terhadap pelajar yang terbukti berkeliaran di atas jam malam.
Penegasan tersebut disampaikan menyusul masih adanya kasus kekerasan seksual dan pertengkaran antarpelajar yang melibatkan anak di bawah umur.
Berdasarkan data yang disampaikan Kapolres, dalam enam bulan terakhir sejak Januari 2026, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Luwu Utara menangani sedikitnya 30 kasus kekerasan seksual yang melibatkan pelajar sebagai pelaku.
Di tengah perkembangan teknologi digital, AKBP Nugraha Pumungkas, mengajak para siswa menggunakan media sosial dan teknologi secara bijak. Teknologi, kata dia, semestinya dimanfaatkan sebagai sarana belajar, berkarya, mengembangkan kemampuan, dan mempersiapkan masa depan.
“ Kalian semua ini adalah generasi emas yang menjadi tumpuan dan harapan negara. Di era saat ini, negara membutuhkan generasi yang tidak hanya pintar menggunakan teknologi, tetapi juga cerdas memilih apa yang dikonsumsi melalui teknologi, ” ujarnya.
Sementara itu, di sekolah berbeda pada hari yang sama, Wakapolres Luwu Utara Kompol Andi Muh. Syafei juga menjadi inspektur upacara di SMKN 2 Luwu Utara, menyampaikan pentingnya pemahaman tentang bahaya narkoba bagi masa depan generasi muda.
Ia mengingatkan para siswa agar tidak mudah terpengaruh lingkungan dan berani menolak segala bentuk ajakan untuk menggunakan narkotika.
“ Jangan mau ikut-ikutan, apalagi sampai berani coba-coba. Berani berkata tidak untuk narkoba. Negara ini tidak mentolerir usia, kalangan, dan jabatan jika itu menyangkut narkotika, ” pesannya di hadapan siswa dan siswi SMKN 2 Luwu Utara.
Kehadiran Kapolres dan Wakapolres sebagai inspektur upacara di dua sekolah tingkat SMA/SMK tersebut merupakan bagian dari program Police Goes To School.
Program tersebut menjadi salah satu upaya preventif Polri untuk mendekatkan kepolisian dengan masyarakat, khususnya kalangan pelajar, melalui kegiatan edukatif, penyuluhan, serta pembinaan.











