PT Vale Mencatat Triwulan Ketiga Tahun 2021 Yang Menguntungkan

107

 

Jakarta, batarapos.com – PT Vale Indonesia Tbk (“PT Vale” atau “Perseroan”, IDX Ticker: INCO) dan entitasanaknya (bersama-sama“Grup”) hari ini mengumumkan pencapaian kinerja keuangan yang tidak diaudit untuk triwulan ketiga tahun 2021 (“3T21”) menunjukkan penjualan dan pendapatan yang meningkat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, (28/10/2021)

Pada 3T21, Grup mencatat penjualan sebesar 18.571 metrik ton (“t”) nikel matte dengan pendapatansebesar AS$271,5 juta – meningkat masing-masing sebesar 17% dan 30% dibandingkan triwulansebelumnya.

“Kami terus mengirimkan lebih banyak volume penjualan pada 3T21 dan disaat yang bersamaan, kamijuga diuntungkan dari kenaikan harga nikel selama periode tersebut,” kata Febriany Eddy, CEO dan Presiden Direktur Perseroan. Kami juga membukukan laba yang lebih tinggi sebesar AS$64,2 juta, meskipun beban pokok pendapatan lebih tinggi bila dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Harga realisasi rata-rata kami pada 3T21 adalah 11% lebih tinggi dibandingkan pada 2T21.

Disisibiaya, beban pokok pendapatan Grup permetrikton nikel matte yang dijual pada 3T21 meningkat sebesar 8% dari triwulan sebelumnya. Hal ini terutama didorong oleh harga batu bara yang lebih tinggi.

Konsumsi dan harga rata-rata High Sulphur Fuel Oil (“HSFO”), diesel serta batubara PT Vale disajikanpadatabelberikut :

3T21
2T21
9M21
9M20

Volume HSFO (barel)
318.315
351.750
958.815
1.012.730

Harga rata-rata HSFO perbarel
AS$63,33
AS$56,69
AS$56,43
AS$41,99

Volume diesel (kiloliter)
16.605
17.292
50.588
57.942

Harga rata-rata dieselper liter
AS$0,54
AS$0,48
AS$0,48
AS$0,41

Volume batubara (t)
104.579
81.792
278.835
318.170

Harga rata-rata batu bara pert(*)
AS$163,1
AS$126,3
AS$136,2
AS$101,5

Harga batu bara disajikan dalam basis DMT (DryMetricTon) dan CFR (Cost dan Freight)

Bila dibandingkan dengan 2T21, konsumsi HSFO dan diesel masing-masing mengalami penurunan sebesar 10% dan 4%, sementara konsumsi batu bara meningkat sebesar 28%. Peningkatan konsumsi batu bara terutama disebabkan oleh produksi yang lebih tinggi dan tingkat konsumsi batu bara yang lebih tinggi, mengimbangi tingkat konsumsi HSFO yang lebih rendah. Selama periode tersebut baik harga HSFO, diesel dan batu bara masing-masing meningkat sebesar 12%, 13% dan 29%.

Grup mencatat EBITDA sebesar AS$125,0 juta pada 3T21, naik 73% bila dibandingkan denganAS$72,3 juta yang dicatat pada 2T21. Hal ini terutama karena volume penjualan yang lebih tinggi dan harga realisasi yang lebih tinggi. Kas dan setara kas Grup pada 30 September 2021 dan 30 Juni 2021masing-masing sebesar AS$469,6 juta dan AS$426,5 juta karena Grup menerima pendapatan dan restitusi pajak yang lebih tinggi pada 3T21. PT Vale akan senantia saber

Tim batarapos.com

SebelumnyaSosok Mayat Wanita Gegerkan Warga Kecamatan Bengo, Kondisinya Sulit Dikenali
SelanjutnyaEkstrim ! Selang SPBU Mangkutana Manjat, Isi BBM Diatas Mobil Bak Terbuka