Sungai Malili Keruh, Ini Tanggapan KTT PT. CLM

268

Luwu Timur, batarapos.com – Beberapa hari terakhir ini, keruhnya Sungai Malili menjadi perbincangan di kalangan masyarakat khususnya warga Malili.

Ada yang mengatakan keruhnya sungai Malili karena intensitas hujan yang cukup tinggi akhir-akhir ini. Tak jarang juga yang beranggapan bahwa penyebabnya adalah tak lain karena aktivitas tambang PT. Citra Lampia Mandiri (CLM) di wilayah Pongkeru dan Harapan.

Kemungkinan besar memang sejak adanya PT. CLM, setiap hujan pasti airnya keruh,” sebut beberapa warga seperti dikutip melalui beberapa percakapan group WhatsApp.

Menanggapi hal tersebut, KTT PT. CLM, Ahmad Surana Naf melalui rilisnya, Kamis (25/11/2021) mengatakan keruhnya sungai yang berada tepat di jantung Kota Malili yang juga merupakan Ibukota Kabupaten Luwu Timur adalah kemungkinan bukan lahan hutan non tambang sehingga menyebabkan gundulnya hutan.

Itu juga sebaiknya menjadi perhatian kita. Bisa jadi itu justru menjadi kontributor besar terhadap rusaknya lingkungan secara keseluruhan di Luwu Timur,” Katanya.

Berdasarkan data tahun 2020, pembukaan lahan hutan non tambang mencapai 762,2 hektar. Sepuluh kali luas lahan kegiatan penambangan PT. CLM, di angka 73,8 hektar, di tahun yang sama. Makin maraknya kegiatan ini dalam kurun waktu satu tahun terakhir tentu diikuti peningkatan angka luasan wilayah dan dampak yang diciptakan,” Terangnya.

Tim batarapos.com/Attang

SebelumnyaDPRD dan PEMDA Pinrang Sepakati APBD TA. 2022
SelanjutnyaBupati dan Forkopimda Luwu Timur Apresiasi Gerakan PBLHS Menuju Sekolah Adiwiyata