Surat Permohonan Tergugat, Terkait Keaslian Surat Tak Digubris Penggugat

75

Wotu, Batarapos.com – Meski telah bersurat secara resmi ke Mapolres Luwu Timur, terkait permintaan tergugat agar keaslian surat yang digunakan penggugat dimunculkan namun penggugat tetap tidak menggubris. 

Hal ini terjadi pada perkara tanah antara penggugat (alm. Samin) dan tergugat (alm. Samaila) di Dusun Sumbernyiur, Desa Lampenai, Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur, yang saat ini dilanjutkan oleh ponakan penggugat.

Beberapa bulan lalu saat tergugat kembali dilaporkan oleh penggugat di Mapolres Luwu Timur atas tudingan penyerobotan lahan, tergugat bersurat ke Mapolres Luwu Timur terkait permohonan agar penggugat memperlihatkan asli dari surat putusan dan eksekusi yang dikantongi penggugat, yang digunakan penggugat menggugat tergugat, namun tidak tergubris di Mapolres Luwu Timur.

Pasalnya sejak awal penggugat terus mengganggu tergugat menggunakan surat putusan dan surat eksekusi dalam bentuk foto copy yang dipertanyakan keasliannya.

Sementara lahan yang digugat oleh penggugat, telah dijual ke tergugat sejak tahun 1995 silam, tak hanya itu, penggugat juga telah dua kali menjual lahan tersebut kepada orang yang berbeda.

“Tidak repot ji kalau kami, kasi muncul saja aslinya surat itu, kami rela kasi kembali tanah yang sudah dibeli orang tua kami, asal dimunculkan aslinya itu surat, karena surat pembelian yang kami pegang itu asli tulisan tangan penggugat, masa kami mau digugat terus pakai foto copy” Ucap Bakri selaku anak tergugat, yang ditersangkakan berdasarkan surat foto copy.

Dihadapan penyidik, ponakan penggugat hanya berdalih jika asli surat tersebut sudah basah dan sobek, namun tidak ada upaya memperlihatkan meskipun hanya sisa sobekan.

Informasi yang dihimpun, surat hibah ponakan penggugat juga sempat dipertanyakan, pasalnya surat hibah tersebut tidak melalui notaris yang hanya dibuat sendiri setelah penggugat wafat. (HS).

SebelumnyaKetua DPW JOIN Sulsel Jabat Waketum JOIN Pusat
SelanjutnyaAcara Ironeside Project Diserbu Pengunjung, Begini Keseruannya