18 Juni 2024, 3:14 am

Tidak Mampu Perjuangkan Hak Petani Sawit, Ketua Apkasindo Diminta Mundur

Luwu Utara, batarapos.com – Ketua Komisi III DPRD Luwu Utara, Edwin Patundungi, meminta Rafiuddin sebagai Ketua Asosiasi Kelapa Sawit (Apkasindo) agar mundur dari jabatannya jika tidak mampu memperjuangkan hak petani sawit di kabupaten Luwu Utara.

Hal tersebut diungkapkan didepan Rafiuddin saat gelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait Fungsi dan Peran Mengawal Harga Sawit di Ruang Komisi III, kantor DPRD Luwu Utara, Senin (22/3/2021) siang.

Edwin memaparkan bahwa harga sawit yang telah ditetapkan oleh Pemprov Sulawesi Selatan adalah 1.520 Rupiah. Namun Rafiuddin sebagai Ketua Apkasindo justru menandatangani kesepakatan dengan pihak perusahaan kelapa sawit dengan harga 1.375 Rupiah.

Sebagai ketua Asosiasi harusnya tegas melindungi dan mengawal kepentingan petani,” jelas Edwin Patundungi didepan anggota DPRD Luwu Utara dari Komisi III.

Senada dengan rekannya dari Komisi III, Mahfud Yunus juga sangat menyayangkan apa yang telah dilakukan oleh Ketua Apkasindo Luwu Utara tersebut.

Harusnya Apkasindo mengawal kepentingan petani sawit dengan memonitoring harga diwilayah luar Luwu Utara, bukannya malah mendukung pihak Perusahaan kelapa Sawit yang inginkan harga lebih rendah,” kata Mahfud Yunus.

Harga yang telah ditentukan oleh Pemprov itu adalah kesepakatan dan patokan yang tidak bisa diubah oleh pihak di kabupaten. Apa yang telah dilakukan Rafiuddin sudah merugikan masyarakat Luwu Utara khususnya petani sawit,” lanjutnya.

Sementara itu, didepan sejumlah anggota DPRD, Rafiuddin mengakui kesalahannya telah mengikuti rapat dan menandatangani permintaan harga dari pihak perusahaan sawit yang jauh dibawah dari ketetapan harga pemprov Sulsel.

Saya akui kesalahan saya dan memohon maaf atas semua ini dan berjanji tidak akan mengulang hal yang sama. Dalam dua hari kedepan kami akan mengikuti rapat ketetapan harga terbaru dari Provinsi,” kata Rafiuddin.

Diketahui, dalam lebih sebulan terakhir petani sawit Luwu Utara menjual buah sawitnya dengan harga 1.375 Rupiah pada PKS, padahal harga terakhir yang ditetapkan oleh Pemprov Sulsel adalah 1.520 Rupiah, selisihnya 145 Rupiah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, produksi buah sawit di Luwu Utara mencapai rata-rata 1000 ton perhari.(Deddi).

BERITA TERKAIT

TRENDING

JARINGAN SOSIAL

3,001FansSuka
263PengikutMengikuti
53PengikutMengikuti
3,190PelangganBerlangganan