BERITA RAKYAT
PT Vale Bawah Header (MOBILE)

Wow..! Ikan Kecil Dari Mahalona Ternyata Harganya Mahal

 

Luwu Timur, batarapos.com – Tiga Danau di Luwu Timur yakni Danau Matano, Danau Towuti dan Danau Mahalona ternyata dikenal secara Internasional dengan sebutan tiga Danau Lagaligo, nama Lagaligo sendiri merupakan sejarah Sawerigading yang beberapa tahun terakhir kembali diperkenalkan oleh masyarakat Luwu Timur melalui teater.

Dari ketiga Danau itu terdapat berbagai jenis endemik yang saat ini terancam kepunahan bahkan sebagian lainnya telah punah akibat adanya aktivitas masyarakat maupun keberadaan pertambangan di sekitar Danau, serta termakan ikan buas lainnya.

Salah satu endemik yang menjadi sorotan dunia belakangan ini adalah ikan Opudi (Telmatherina Celebensis), keberadaan ikan khas Danau Mahalona ini terancam punah, yang dulunya ikan ini sering kali ditemukan ditepi Danau, namun saat ini, ikan Opudi sangat sulit ditemukan.

Lembaga Internasional, Nasional dan Lokal seperti IUCN, Critical Ecosystem Partnership Fund, Yayasan Bumi Sawerigading dan Burung Indonesia,
telah mengakui betapa pentingnya kelestarian ikan Opudi sebagai salah satu kekayaan Luwu Timur.

Ikan kecil mungil itu pada tahun 1991 telah laku dijual seharga Rp.12.500,- (Dua belas ribu lima ratus rupiah) per ekornya, dengan perbandingan nilai mata uang dari tahun 1991 hingga tahun 2019 selama 28 tahun tentunya bukan jumlah yang sedikit, artinya, ikan Opudi saat ini mencapai harga ratusan ribu per ekornya.

Ikan Opudi kali pertama dijual ke jerman, yang saat ini telah dikenal oleh dunia secara internasional, namun sayangnya keberadaan ikan khas Danau Mahalona itu terancam punah.

“Ikan Opudi ikan khas Danau Mahalona yang saat ini terancam punah, ikan ini telah dikenal secara internasional, ikan Opudi diekspor ke jerman tapi sekarang sudah tidak lagi karena sudah langka dan nyaris punah, pada tahun 1991 itu dijual 12.500 per ekor, sempat ada pedagang makassar yang jual terakhir entah tahun berapa, itu seharga 100.000 per ekornya, Inilah salah satu sumber kekayaan Luwu Timur yang harus dijaga kelestariannya” Kata Ernyanti Zain Koordinator YBS-IUCN.

Dikabarkan, Yayasan Bumi Sawerigading hari ini Rabu (18/9/19) berserta beberapa lembaga Nasional dan Internasional lainnya dan Pihak BBKSDA Sul-Sel melakukan kunjungan ke Danau Mahalona dalam rangka, Perencanaan Pengelolaan Daerah Tangkapan Air Terpadu Danau Mahalona. (HS).

JANGAN LEWATKAN
Komentar
Loading...