Liputan : Yusri
Pangkep, batarapos.com – Agam Rinjani kembali menginjakan kaki di gunung Bulusaraung, Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep. Kamis (22/01/2026).
Kedatangan Abdul Haris Agam ini bukan untuk traveler, apalagi menikmati sunrise di puncak gunung Bulusaraung.
Melainkan dalam misi kemanusiaan mencari 8 korban pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT), yang sampai detik ini 8 korban lainnya masih misterius jejaknya. Usai 2 korban lainnya berhasil diidentifikasi Tim Disaster Victim Identification (DVI) Bidokkes Polda Sulawesi Selatan.
Kedatangan pemuda kelahiran kota Makassar 22 Desember 1988 ini tidak sendiri, melainkan bersama Tim kepercayaannya dengan peralatan lengkap vertical rescue, untuk menjelajahi gunung Bulusaraung serta mencari para korban. Dan tentunya dibawah intruksi, juga berkolaborasi Tim SAR gabungan.
” Memang kondisi medan di sini selain terjal kondisi cuaca juga yang mempersulit melakukan evakuasi karena kabut, belum lagi angin, badai, betul-betul harus safety ketika Tim rescue menolong. Kami meminta do’anya seluruh warga Indonesia semoga korban bisa ditemukan ,” Kata Alumni jurusan antropologi Universitas Hasanuddin Makassar.
Sosok Agam Rinjani tentu tidak asing lagi ditelinga publik, bahkan mancanegara, nama Agam Rinjani mencuak pasca aksi heroiknya mengevakuasi jenazah pendaki asal Brasil bernama Juliana Marins.
Selain jiwa adventure, rekam jejak Agam Rinjani tentu tidak diragukan lagi, terlebih keahliannya dalam evacuation dimedan vertical, menjadi catatan tersendiri bagi Agam dalam misi penyelamatan vertikal di medan tinggi dan curam. Seperti yang menimpa para korban pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport.
Masih di posko Aju, Desa Tompo Bulu, Kepala Badan Operasi SAR Basarnas kota Makassar Andi Sultan juga membeberkan perkembangan terakhir pencarian 8 korban pesawat ATR 42-500. Sejauh ini kata Andi Sultan, Timnya terus memperluas wilayah sasaran, terlebih lokasi ataupun TKP rupanya belum 100 persen dilakukan penyisiran
” Meskipun diperluas namun kita tetap memaksimalkan kondisi alam yang ada , “terangnya.
Saat disinggung terkait isu penemuan jenazah ke tiga oleh awak media, Kabag Ops Basarnas menampik dan kembali mempertegas, hingga detik ini atau tepatnya dihari keenam proses pencarian, jumlah korban yang berhasil ditemukan dan teridentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Bidokkes Polda Sulawesi Selatan berjumlah 2 jenazah
” Kemarin mix komunikasi masalah korban (Ketiga), kami menerima informasi mungkin teman-teman rescue di bawah mengatakan bahwa kami mendapatkan satu paket ( Jenazah utuh red ) ternyata yang masuk itu bagian tubuh korban , ” Tegas Andi Sultan.










