
Liputan : Tim
Luwu Timur, batarapos.com – Proyek pengupasan aspal di jalan Trans Sulawesi, tepatnya di kecamatan Tomoni dan Mangkutana, kabupaten Luwu Timur kembali jatuh korban, Kamis 09 April 2026.
Sebelumnya, seorang perempuan nyaris terlindas truck akibat jatuh di kupasan aspal yang kedalamannya sudah mencapai 10 centimeter.
Kali ini, seorang ibu bersama tiga anaknya terpental ke aspal akibat motor yang dikendarai menginjak lubang kupasan aspal yang berpasir di kecamatan Tomoni, tak jauh dari jembatan batas kecamatan Tomoni dan Mangkutana.
“ Saya rem karena ada lubang, pas berpasir akhirnya saya jatuh,” Ungkapnya sembari menggendong dua anaknya yang masih balita.
Korban mengalami sejumlah luka lecet dan mendapat perawatan cepat di apotek yang tak jauh dari tempatnya terjatuh.

Kupasan aspal yang berlubang dan semakin dalam ini sangat dikeluhkan pengguna jalan, pasalnya, aspal dikupas sudah lumayan lama namun belum dilakukan penambalan.
Proyek kupasan aspal di jalan Trans Sulawesi kecamatan Tomoni dan Mangkutana ini dikelola oleh PT. Nusa Jaya Indah (NJI).
Pihak perusahaan pun membenarkan sudah banyak korban yang jatuh di proyek kupasan aspal tersebut, menurutnya, keterlambatan penambalan terkendala BBM.
“ Besok pagi kami mulai tambal, kemarin terkendala BBM,” Ucap Hargu, selaku Penanggungjawab Proyek tersebut kepada batarapos.com, Kamis 09 April 2026.
Meski telah terpasang rambu peringatan, pengguna jalan diimbau agar tetap berhati-hati saat melintas.












