Festival Budaya Rakyat Desa Teromu 2026 Meriah, Tampilkan Harmoni Lintas Budaya dan Permainan Tradisional

Liputan : Tim

Luwu Timur, batarapos.com — Festival Budaya Rakyat Desa Teromu Tahun 2026 sukses digelar selama dua hari, pada 23–24 Mei 2026, bertempat di Lapangan Seselemba, Desa Teromu. Kegiatan yang berlangsung siang dan malam hari tersebut menghadirkan beragam pertunjukan budaya, lomba tradisional, hingga pentas seni yang melibatkan seluruh unsur masyarakat desa.

Festival budaya ini secara resmi dibuka oleh Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Luwu Timur, Ibu Catur Dian Sintawati, S.E., M.M., yang hadir mewakili Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Timur. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi terhadap semangat pelestarian budaya yang ditunjukkan masyarakat dan generasi muda Desa Teromu.

Turut hadir dalam acara pembukaan Anggota DPRD Kabupaten Luwu Timur sekaligus Anreguru Olitau Macoa Bawalipu, Wahidin Wahid, S.AN., M.Si., yang mewakili Ketua DPRD Kabupaten Luwu Timur. Kehadiran beliau menjadi simbol dukungan terhadap penguatan budaya lokal. Momentum pembukaan festival ditandai dengan pemukulan gong sebagai tanda dimulainya rangkaian kegiatan festival budaya rakyat.

Hadir pula perwakilan Universitas Muhammadiyah Palopo, Bapak Hadis Badewi, S.E., M.Phil., Kasi Pemerintahan Kecamatan Mangkutana William Tumiwang, S.M., yang mewakili Camat Mangkutana, Ketua Adat Pamona Lipu Teromu Marthen Toda’a bersama para sesepuh adat, Kepala Desa Teromu Bertho Taruku, S.P., Sekretaris Desa Amri Bahri, S.H., M.H. bersama perangkat desa dan perwakilan pemerintah desa tetangga.

Selain itu, kegiatan juga dihadiri unsur Polsek Mangkutana, Babinsa, BPD Teromu, tokoh agama, tokoh masyarakat, mahasiswa KKN, pemuda desa selaku panitia pelaksana, serta masyarakat umum yang antusias memadati lokasi kegiatan.

Festival Budaya Rakyat Desa Teromu 2026 dimeriahkan dengan penampilan tari-tarian lintas budaya yang mencerminkan keberagaman masyarakat Desa Teromu, mulai dari budaya Pamona, Toraja, Luwu hingga Jawa. Tidak hanya itu, festival juga menghadirkan pameran kesenian, lomba cerita rakyat, serta lomba menyanyi lagu daerah yang menjadi ruang ekspresi bagi generasi muda dalam melestarikan warisan budaya lokal.

Pada siang hari, suasana festival semakin semarak dengan pelaksanaan lomba permainan tradisional dan lomba mewarnai yang diikuti anak-anak tingkat TK dan SD. Kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi sekaligus hiburan yang memperkenalkan nilai-nilai budaya kepada generasi sejak usia dini.

Festival spektakuler ini merupakan program kerja unggulan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Palopo yang berkolaborasi dengan pemuda Desa Teromu. Kolaborasi tersebut menjadi bukti nyata semangat gotong royong dan kepedulian generasi muda dalam menjaga serta mengembangkan budaya lokal sebagai identitas masyarakat.

Melalui Festival Budaya Rakyat Desa Teromu 2026, masyarakat berharap budaya lokal tetap lestari, dikenal luas, dan mampu menjadi perekat persatuan di tengah keberagaman yang ada.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi agenda budaya tahunan yang mampu mempererat persatuan masyarakat sekaligus menjadi sarana promosi budaya daerah di Kabupaten Luwu Timur.
(AB)

BERITA TERKAIT

TRENDING

JARINGAN SOSIAL

38,000FansSuka
263PengikutMengikuti
53PengikutMengikuti
3,190PelangganBerlangganan