Liputan : Yusri
Bone, batarapos.com – Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman bersama bersama stake houlder melaksanakan apel siaga bencana banjir di halaman rumah jabatan. Sabtu 9 Mei 2026.
Dalam arahannya kali ini Bupati Bone menginstruksikan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), untuk lebih proaktif bertindak ditengah situasi bencana alam banjir yang merdendam beberapa daerah di wilayah kerjanya.
H. Andi Asman Sulaiman menekankan para kepala OPD untuk turun langsung ke lokasi bencana yang terdampak guna menyaksikan langsung kondisi terkini dialami masyarakat.
” Seluruh jajaran pemerintah harus berada dalam posisi siaga. Saya instruksikan koordinasi lintas sektor diperkuat untuk memastikan penanganan pasca-banjir berjalan efektif dan cepat, “tegas Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman.
Tidak hanya itu, Ia juga secara khusus memerintahkan para Camat dan Lurah di tiga titik lokasi yang terdampak khususnya wilayah kota, untuk memantau langsung kondisi warga serta memastikan kebersihan saluran air atau drainase berfungsi optimal guna mencegah luapan susulan.
” Keselamatan dan kebutuhan warga adalah prioritas utama. Seluruh instansi terkait diminta segera memastikan ketersediaan logistik serta penyaluran bantuan darurat bagi warga yang terdampak banjir agar tertangani dengan baik, ” terangnya.
Sebelumnya bencana alam banjir bandang melanda Kabupaten Bone akibat curah hujan tingga yang terjadi sejak 7 Mei 2026 kemarin, memicu banjir di lima kecamatan, dianataranya Kecamatan Tanete Riattang, Tanete Riattang Timur, Sibulue, Awangpone dan Kecamatan Barebbo.
Selain bencana alam yang melanda Kabupaten Bone beberapa hari terakhir juga menelan 2 korban jiwa, diantaranya perempuan lansia bernama Naima 80 tahun, warga Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur dan bocah berusia 5 tahun berinisial MA warga Kelurahan Panyula Kecamatan Tanete Riattang Timur.
Sementara keterangan pers Kepala Operasional Basarnas Sulsel, Andi Sultan membenerkan dua wilayah Kecamatan dampak cukup parah seperti Kecamatan Tanete Riattang dan Tanete Riattang Timur. Andi menuturkan ketinggian air bervariasi mulai dari 50 sentimeter hingga mencapai 2 meter.
” Terutama di wilayah pesisir seperti Kelurahan Bajoe dan Kelurahan Panyula, ” ungkapnya.
Tim gabungan dari Basarnas, BPBD , TNI-Polri Pemda Bone dan relawan kemanusiaan terus melakukan pemantauan di lokasi banjir. Dikabarkan juga hingga hari ini terdapat 69 masyarakat terdampak berhasil dievakuasi.












