Tokoh Jemaat di Morowali dan Morowali Utara Sepakat Bentuk Sinode GKMR

Liputan : Rudini

Kolonodale, batarapos.com – Puluhan tokoh jemaat gereja Protestan dari Kabupaten Morowali Utara dan Morowali mengikuti rapat persiapan pembentukan Sinode Gereja Kristen Morowali Raya (GKMR), Sabtu (9/5/2026).

Rapat yang berlangsung di Penginapan Thekozy Kolonodale tersebut menghasilkan dukungan bulat terhadap pembentukan sinode baru yang akan terpisah dari Sinode Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST).

Kegiatan diawali dengan penyampaian agenda rapat oleh Wakil Ketua I Panitia Pembentukan Sinode GKMR, Abbas Matoori, SP. Suasana diskusi berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan.

Dalam pertemuan tersebut, peserta langsung membentuk tim khusus yang bertugas mempersiapkan berbagai dokumen dan kebutuhan administratif terkait proses pembentukan sinode baru.

Kelancaran pembahasan materi ditopang oleh kehadiran para peserta yang sebagian besar merupakan pengurus dan majelis gereja di wilayah masing-masing. Bahkan, beberapa di antaranya pernah menjadi pengurus di lingkungan sinode GKST.

Tokoh masyarakat Mori sekaligus tokoh jemaat, Christian Rongko, SH, mengapresiasi semangat kebersamaan seluruh peserta rapat.

“ Luar biasa pertemuan kita ini. Terima kasih. Ini semua karena kita datang dengan tujuan yang sama, yakni untuk kemuliaan dan tanggung jawab pelayanan gereja, ” ujarnya.

Selain Christian Rongko, rapat juga dipimpin oleh sejumlah tokoh lainnya, yakni Reimon Monsangi, SE, Siwadarman Tamanampo, SH, Heymans Larope, SE, serta Ir. Martson Lagarense, M.Si yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Pembentukan GKMR.

Dalam rapat tersebut disepakati bahwa pembentukan Sinode GKMR dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk meningkatkan efektivitas pelayanan, memperluas jangkauan misi gereja, serta menciptakan tata kelola organisasi yang lebih efisien.

Peserta rapat menilai, pembentukan sinode baru akan membuat pelayanan gereja lebih fokus dalam menjawab kebutuhan jemaat lokal, khususnya di wilayah-wilayah yang selama ini belum terlayani secara maksimal.

Selain itu, keberadaan sinode baru juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan di tingkat klasis dan jemaat. Dengan struktur organisasi yang lebih ramping, pelayanan pastoral diyakini akan lebih intensif dan responsif.

Selama ini, luasnya wilayah pelayanan GKST dinilai menjadi salah satu kendala dalam koordinasi, pembinaan jemaat, serta pelaksanaan pelayanan secara optimal.

Pembentukan GKMR juga diyakini dapat membantu memecah beban administratif yang selama ini cukup besar menjadi unit-unit pelayanan yang lebih kecil dan terorganisir. Dengan demikian, pengelolaan data jemaat, administrasi klasis, hingga pengelolaan keuangan gereja dapat berjalan lebih baik.

Untuk memperlancar rencana pembentukan sinode baru tersebut, rapat memutuskan segera melakukan sosialisasi kepada seluruh jemaat gereja di wilayah Kabupaten Morowali Utara dan Morowali.

Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat, saat ini terdapat 93 jemaat gereja dengan enam klasis yang berada dalam wilayah pelayanan GKST di Morowali dan Morowali Utara. Seluruh jemaat tersebut diproyeksikan menjadi cikal bakal terbentuknya Sinode GKMR.

Sebagai langkah awal, panitia inti pembentukan Sinode GKMR telah dibentuk dengan susunan sebagai berikut:

Ketua: Ir. Martson Lagarense, M.Si

Wakil Ketua I: Abbas Matoori, SP

Wakil Ketua II: Delfia Parenta, ST

Sekretaris: Pitos Lameanda, SP, MP

Wakil Sekretaris I: Max Lumi

Wakil Sekretaris II: Alberkat Kasio, SE

Bendahara: Yanus Tolemo

Wakil Bendahara: Dhey Moia, S.Th

Kepanitiaan tersebut juga dilengkapi sejumlah komisi dan tim khusus yang akan menangani tugas-tugas spesifik guna memperlancar seluruh proses pembentukan Sinode Gereja Kristen Morowali Raya (GKMR).

BERITA TERKAIT

TRENDING

JARINGAN SOSIAL

38,000FansSuka
263PengikutMengikuti
53PengikutMengikuti
3,190PelangganBerlangganan