Liputan : Tim
Bone, batarapos.com – Proyek peningkatan dan rehabilitasi jaringan irigasi Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengang Jeneberang, yang dikerjakan rekanan PT. Wijaya Karya (Wika) disorot warga.
Buruknya penampakan proyek tersebut diduga dikerja asal jadi, beberapa bulan setelah di PHO, plasteran proyek ini sudah kropos saat dikeruk menggunakan tangan.
Proyek rehabilitasi irigasi ini bersumber dari APBN T.A 2025 yang dikelola oleh PT. Wika, namun dalam prosesnya, proyek ini dikerjakan oleh PT Garuda Sakti Indoensia yang merupakan subkontraktor PT. Wika.
Masyarakat menyebutkan bahwa perusahaan diduga menyalahi bestek dalam pekerjaannya, dimana sebelum di plaster, pekerja wajib membongkar atau mengupas plastetan lama yang sudah berlumut.
” Paling parah pekerjaan irigasi yang dekat jalan Poros, dinding saluran lama tidak dikupas dan langsung saja ditutupi campuran, lucunya lagi setelah mau diperiksa malah dilumuri campuran semen agar terkesan bermutu,” Ucap BA warga Selli.
Warga menilai, proyek Miliaran rupiah ini tidak akan bertahan lama melihat dari mutu pekerjaan yang sudah kropos meski baru sekitar 2 bulan.
Masyarakat mendesak Aparat Penegak Hukum agar melakukan pemeriksaan ulang, meskipun sebelumnya pernah diperiksa pihak Kejari dan Polres Bone, namun prosesnya entah sampai dimana.
Tidak hanya proyek buruk bernilai Miliaran yang disajikan Subkon PT. Wika untuk warga Selli, namun pengelola juga diduga melakukan penipuan ratusan juta rupiah terhadap warga setempat.
” Karena masyarakat mau nikmati irigasi, akhirnya rela pinjamkan uang ke pengelola sampai ratusan juta, karena pengelola tidak punya modal tapi setelah pencairan malah kabur, utang material juga belum dia bayar,” Geram warga.
Setelah viral dugaan penipuan yang dilakukan oleh rekanan ke warga, muncul pihak PT. Wika berjanji akan menyelesaikan dana warga tersebut, namun hingga kini hanya sebatas ucapan belum ada realisasi.











