Liputan : Tim
Gowa, batarapos.com – Pembangunan Bendungan di Gowa, Sulawesi Selatan dijuluki warga proyek siluman rupanya anggarannya Rp. 3 Miliar.
Daeng Tayang, Kepala Dusun Bunga Sunggu Desa Batu Ma’ Lonro, Kecamatan Biring Bulu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan bilang itu proyek bersumber dari APBN.
Pak Dusun berani sebutkan jumlah anggaran lantaran pernah melihat papan proyek terpasang sekejap sebelum akhirnya dicopot.
” Kurang lebih tiga miliar itu anggarannya, lengkap itu papan proyeknya kemarin apalagi ini proyek Nasional harus lengkap dan safety, berarti dia buka itu, ” Kata Daeng Tayang.
Daeng Tayang menduga papan proyek dicopot saat warga komplain dan layangkan penolakan terhadap pembangunan bendungan, sampai sekarang tidak ada papan proyek di lokasi kerja.
Pak dusun pun buka suara, jika awalnya rencana proyek bebas dari penolakan warga, hanya saja ada sebagian warga dapat ganti rugi sehingga itu dugaan pemicunya.
” Karena waktu disurvei kemarin sebelum dikerjakan tidak ada keberatan, pas dikerja baru mengeluh, apalagi dia tahu informasi ada warga dapat ganti rugi, ” Bebernya.
Pak dusun juga akui jika penolakan warga tidak hanya secara lisan namun dalam bentuk surat yang diterima langsung oleh rekanan, pak desa pun turut tanda tangan.
” Ada surat penolakan ditanda tangani warga termasuk kepala Desa Batu Ma’ Lonro, juga bertanda tangan karena ada juga lokasinya terdampak. Surat penolakan itu diambil sama pengawas proyek, ” ungkapnya.
Kini proyek tersebut diduga tinggal pekerja pasca ada penolakan warga, tidak ada aktivitas lagi, tersisa dasar pasangan batu bendungan yang menggunakan material langsung dari sungai itu.
Awalnya warga berdalih menolak lantaran dianggap jadi penyumbang bencana luapan air, namun pak dusun menduga pemicunya adalah ganti rugi.
Belum diketahui pasti apa penyebab penolakan itu karena pihak rekanan proyek juga tidak menjawab konfirmasi wartawan.












