Kepala BPBD Morut Tinjau Ancaman Banjir yang Mengintai 60 Hektare Sawah Warga di Bunta Matabolo

Liputan : Rudini

Morowali Utara, batarapos.com – Potensi banjir mengancam sekitar 60 hektare tanaman padi milik warga di Desa Bunta, Kecamatan Petasia Timur. Lahan tersebut diproyeksikan memasuki masa panen pada akhir Oktober 2026 sehingga diperlukan langkah cepat untuk mencegah genangan yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman dan proses panen.

Untuk mengantisipasi ancaman tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Morowali Utara turun langsung melakukan survei lapangan. Kegiatan dipimpin Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Morowali Utara, Delnan Lauende, M.Kes, dengan meninjau kondisi saluran air serta mengidentifikasi titik-titik yang berpotensi menimbulkan genangan. Rabu, (23/9/2026)

Sebagai rencana penanganan, pemerintah daerah mendorong sinergi dengan pihak perusahaan melalui pembangunan saluran pembuangan air dari area operasi pertambangan dan industri. Saluran ini diharapkan dapat mengurangi risiko luapan air yang berpotensi menggenangi lahan pertanian masyarakat.

Kegiatan tersebut melibatkan BPBD Morowali Utara, Plt. Kepala Dinas Pertanian Krispen H. Masu, S.STP., M.Si., Dinas PUPR, Pemerintah Desa Bunta, serta sejumlah perusahaan, di antaranya PT SEI, PT NNI, dan PT GNI.

Kepala Pelaksana BPBD Morut, Delnan Lauende, menegaskan bahwa mitigasi harus dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi, terutama untuk melindungi lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.

Sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat, dan dunia usaha diharapkan menghasilkan solusi konkret agar lahan persawahan tetap aman dan masyarakat dapat melaksanakan panen sesuai waktu yang direncanakan.

Upaya tersebut menjadi wujud komitmen bersama dalam memperkuat mitigasi bencana sekaligus menjaga keberlanjutan sektor pertanian di Kabupaten Morowali Utara.

BERITA TERKAIT

TRENDING

JARINGAN SOSIAL

38,000FansSuka
263PengikutMengikuti
53PengikutMengikuti
3,190PelangganBerlangganan