Liputan : Rudini
Morowali Utara, batarapos.com – Pelatihan Bahasa Mandarin yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Morowali Utara Tahun 2026 resmi ditutup oleh Bupati Morowali Utara, Dr. dr. Delis Julkarson Hehi, MARS, di Ruang Pola Kantor Bupati Morowali Utara, Rabu (23/9/2026).
Program yang berlangsung selama satu tahun tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Morowali Utara dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, khususnya penguasaan Bahasa Mandarin yang dinilai semakin relevan dengan kebutuhan dunia industri.
Kepala Bidang Pelatihan, Pelayanan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Morowali Utara, Alka Christo Posawa, S.Sos, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Yayasan Cahaya Ilmu Kreatif yang bertugas menyusun bahan ajar sekaligus menyediakan tenaga pengajar Bahasa Mandarin.
“ Target dari pelatihan ini adalah HSK Level 4 sesuai dengan standar kualifikasi kebutuhan dunia industri. Pelatihan telah dilaksanakan selama satu tahun, dibuka pada 1 Oktober 2025 dan ditutup 23 September 2026, ” jelasnya.
Ia menjelaskan, pada awal pelaksanaan terdapat 70 peserta yang mengikuti program tersebut. Setelah menjalani seluruh rangkaian pembelajaran selama satu tahun, sebanyak 51 peserta berhasil menyelesaikan pelatihan hingga akhir.
Dari 51 lulusan tersebut, sebanyak 26 orang berhasil lulus ujian HSK 4 atau menuntaskan materi HSK 4, 13 orang berhasil mencapai HSK 4A, sementara 12 orang mencapai HSK 3.
Capaian tersebut menjadi salah satu hasil penting program pelatihan Bahasa Mandarin, terutama karena sebagian peserta berhasil mencapai level kemampuan yang menjadi target pelatihan.
62,7 Persen Lulusan Siap Melamar Kerja
Alka juga menyampaikan hasil formulir yang diisi para lulusan mengenai rencana mereka setelah menyelesaikan pelatihan.
Sebanyak 62,7 persen lulusan menyatakan siap melamar pekerjaan, 25,5 persen memilih untuk melanjutkan belajar Bahasa Mandarin, sedangkan 11,8 persen memiliki rencana lainnya.
Data tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar lulusan berencana memanfaatkan keterampilan Bahasa Mandarin yang diperoleh selama pelatihan sebagai modal memasuki dunia kerja.
Alka menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya program tersebut, terutama Bupati Morowali Utara yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan pelatihan.
Apresiasi juga disampaikan kepada Yayasan Cahaya Ilmu Kreatif yang menyediakan pengajar mulai dari HSK Level 1 hingga Level 4, termasuk mendatangkan pengajar langsung dari China.
“ Walaupun ada yang belum berhasil melulusi ujian HSK 4, kalian masih dapat terus mengasah dan meningkatkan kemampuan dengan konsisten sebagai pembelajar yang mandiri, ” pesannya kepada para peserta.
Bupati Delis Apresiasi Ketekunan Peserta
Sementara itu, Bupati Morowali Utara Dr. dr. Delis Julkarson Hehi, MARS, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada seluruh peserta yang telah mengikuti pelatihan selama satu tahun.
Bupati memberikan penghargaan atas ketekunan peserta dalam mengikuti proses pembelajaran hingga mampu mencapai HSK Level 4.
“ Ini suatu kesempatan yang sangat langka yang tidak semua orang bisa miliki. Tidak semua orang juga punya kemauan seperti adik-adik sekalian, ” ujar Bupati Delis.
Menurutnya, kemampuan Bahasa Mandarin memiliki nilai strategis bagi generasi muda Morowali Utara seiring berkembangnya investasi dan industri yang memiliki hubungan bisnis dengan perusahaan-perusahaan asal China.
Karena itu, ia mendorong para peserta agar tidak berhenti belajar meskipun pelatihan telah berakhir.
“ Bahasa itu kalau sering dipakai, sering didengarkan, pasti adik-adik semakin menguasai, ” katanya.
Bupati juga mendorong para lulusan yang telah mencapai HSK 4 untuk memanfaatkan kompetensi tersebut dalam membuka peluang kerja maupun melanjutkan pendidikan.
Pemda Dorong Penyerapan Lulusan
Bupati Delis berharap perusahaan-perusahaan yang selama ini mendukung program pelatihan dapat memberikan ruang dan kesempatan kerja kepada para lulusan yang memenuhi persyaratan.
“ Harapan kami kepada perusahaan yang sudah mendukung selama ini, tentunya kami mohon dukungan lagi supaya anak-anak kami yang sudah lulus dan memenuhi syarat bisa diterima bekerja, ” ungkapnya.
Menurutnya, kemampuan Bahasa Mandarin ke depan tidak hanya dibutuhkan di sektor industri, tetapi juga berpotensi digunakan di berbagai bidang, termasuk rumah sakit dan perbankan, terutama dalam memberikan pelayanan kepada mitra maupun masyarakat yang memiliki hubungan dengan perusahaan dan investor berbahasa Mandarin.
Selain peluang kerja, Bupati juga membuka peluang bagi peserta yang ingin melanjutkan pendidikan, termasuk kesempatan menempuh pendidikan di China.
Ia mendorong peserta yang masih memenuhi persyaratan usia untuk memanfaatkan peluang beasiswa maupun program pendidikan yang tersedia.
Gagas Pusat Pembelajaran Bahasa Mandarin di Morowali Utara
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Delis juga mengungkapkan gagasan untuk mengembangkan pusat pembelajaran Bahasa Mandarin di Morowali Utara.
Ia mencontohkan Kampung Inggris di Pare, Jawa Timur, yang dikenal sebagai salah satu pusat pembelajaran Bahasa Inggris.
Menurutnya, konsep serupa dapat dikembangkan untuk pembelajaran Bahasa Mandarin di Morowali Utara dengan melibatkan para lulusan pelatihan sebagai tutor.
“ Kita rindu punya pusat pembelajaran bahasa seperti di Pare. Ada Kampung Inggris, ada Kampung Mandarin. Ini bisa kita gagas, karena adik-adik ini sudah banyak yang bisa menjadi tutor untuk mengajar dasar-dasar Bahasa Mandarin kepada masyarakat, ” jelasnya.
Dengan konsep tersebut, kemampuan yang telah diperoleh para lulusan diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi kepentingan pribadi, tetapi juga dapat ditularkan kepada masyarakat dan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Morowali Utara.
Bupati Delis juga menyampaikan terima kasih kepada PT SEI, PT NNI, dan PT GNI atas dukungan yang diberikan terhadap program pelatihan Bahasa Mandarin.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Disnakertrans Morowali Utara Kartiyanis Lakawa, Kepala Dinas PMD Andi Mallarangeng, Kasat Pol PP dan Damkar Morowali Utara Buharman Lambuli, S.Sos, Kabid Pelatihan, Pelayanan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Morowali Utara Alka Christo Posawa, S.Sos, perwakilan manajemen perusahaan, guru Bahasa Mandarin Zowi, serta seluruh peserta pelatihan.
Pada acara tersebut, salah satu peserta, Radiana, juga menunjukkan kemampuan berbahasa Mandarin di hadapan Bupati dan para undangan.
Menutup sambutannya, Bupati Delis menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yang telah menyelesaikan pelatihan. Ia berharap kemampuan yang diperoleh dapat menjadi bekal bagi para lulusan untuk berkarya, bekerja maupun melanjutkan pendidikan.
“ Selamat berkarya, selamat berkarier dan bagi yang melanjutkan pendidikan, selamat melanjutkan pendidikan. Kami mendoakan yang terbaik untuk adik-adik sekalian, ” tutupnya.












