Bantuan Covi19 Desa Padaelo  Diduga Tidak Tepat Sasaran, Warga : Banyak Dobel, Orang Kaya Terima Bantuan ! 

136

Bone, batarapos.com – Sejumlah bantuan, baik berupa Bantuan Pangan Non Tunai hingga Bantuan Langsung Tunai yang bergulir di Desa Padaelo, Kecamatan Lamuru, Kabupaten  khususnya sejak pandemik Virus Corona (Covid19) dinilai warga tidak tepat sasaran.

Pasalnya, sebahagian warga di Desa ini rupanya masih banyak diantara mereka tidak pernah mendapatkan bantuan yang digelontorkan oleh pemerintah menggunakan keuangan negara, diduga ada oknum tertentu yang sengaja bermain.

Selain adanya dugaan permainan data peserta bantuan diwilayah ini, rupanya terdapat beberapa peserta lainya yang merupakan penerima bantuan dobel anggaran alias mendapatkan dua kali bantuan dari sumber yang berbeda diantaranya yang diketahui warga:

1.Cihe

2.Nina

3.Taming

4.Tina

5.Hare/Tuha

  1. Haddae

Padahal masih banyak warga Desa Padaelo khususnya Dusun Cempa, Kecamatan Lamuru sama sekali belum pernah tersentuh bantuan dari pemerintah selama pandemik Virus Corona (Covid19) diantaranya :

1.Caya

2.Naisa

3.Wahyuni

4.Wahyudin

5.Kamari

Ada warga disini (Desa Padaelo satu) terima bantuan dua kali, padahal masih banyak warga belum dapat“, beber warga Desa Padaelo inisial A (32) saat dikonfirmasi langsung kemarin (Rabu, 5/5/2021).

Warga lainya berinisial AN (34) menambahkan jika peserta penerima bantuan dari pemerintah khususnya di Desa Padaelo banyak yang golongan keluarga berada atau golongan mampu.

Rata-rata orang kaya menerima bantuan, apalagi peserta Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) banyak orang mampu. (coba) dikasi stiker rumahnya (peserta BPNT) pasti banyak keluar (Dari peserta BPNT)“, jelas warga AN.

Diketahui sejumlah bantuan mengalir Di Desa Padaelo, Kecamatan Lamuru selama pandemik (Covid19) seperti Bantuan Sosial Tunai (BST), Bantuan Langsung Tunai (BLT Desa) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Program Keluarga Harapan (PKH) bantuan sembako senilai Rp. 600.000 dari Cargill bekerjasama dengan yayasan Care dan bantuan tunai senilai Rp.200.000 + 5 kilo beras dari pemerintah Kabupaten. (Yusri)

SebelumnyaTingkatkan Spiritualitas dan Humanitas, HMPS Sosiologi Agama IAIN Palopo Gelar Safari Ramadhan
SelanjutnyaSiapkan Anggaran 20 Milyar Untuk THR ASN dan Gaji 13 PNS, Kepala BPKAD Luwu Utara : Insya Allah, Hari Ini Kita Bayarkan