Bupati Delis Kukuhkan Forum TJSLP/CSR Morut, Ratnawati Iriani Dipercaya Sebagai Ketua

Liputan : Tim

Morowali Utara, batarapos.com – Bupati Morowali Utara Dr. dr. Delis Julkarson Hehi, MARS, secara resmi mengukuhkan Forum Pelaksana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) Kabupaten Morowali Utara Tahun 2026, Selasa (1/9/2026), di Ruang Pola Kantor Bupati Morowali Utara.

Pengukuhan tersebut dirangkaikan dengan rapat awal Forum Pelaksana TJSLP sebagai tindak lanjut Keputusan Bupati Morowali Utara Nomor 188.45/KEP-B.MU/0152/VI/2026 tentang Pembentukan Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) Kabupaten Morowali Utara.

Kegiatan tersebut bertujuan mengukuhkan Forum Pelaksana TJSLP sekaligus menyamakan persepsi dan membangun komitmen bersama antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menjalankan program TJSLP/CSR yang sinergis dengan prioritas pembangunan Kabupaten Morowali Utara.

Ratnawati Iriani Dipercaya Memimpin Forum

Dalam susunan kepengurusan Forum Pelaksana TJSLP/CSR Kabupaten Morowali Utara, Ratnawati Iriani dari PT Mulia Pacific Resources dipercaya sebagai Ketua Forum.

Posisi Wakil Ketua dipercayakan kepada Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Morowali Utara, Krispen Hebret Masu, S.STP., M.Si., sementara Sekretaris dijabat Kepala Bapperlitbangda Kabupaten Morowali Utara, Gerson Tandi.

Forum juga melibatkan sejumlah perangkat daerah serta perusahaan yang beroperasi di wilayah Morowali Utara.

Berdasarkan surat Bupati Morowali Utara Nomor 400.14.5.3/140/BAPPELITBANGDA/VIII/2026 tanggal 28 Agustus 2026, terdapat 73 perusahaan yang tercantum dalam daftar undangan untuk menghadiri pelantikan dan rapat awal Forum Pelaksana TJSLP/CSR Tahun 2026.

Daftar tersebut mencakup perusahaan dari berbagai sektor, di antaranya pertambangan, perkebunan, energi, konstruksi, dan sektor usaha lainnya. Kehadiran perusahaan-perusahaan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dunia usaha dengan pemerintah daerah dalam pelaksanaan program TJSLP.

Selain perusahaan, kegiatan juga melibatkan 15 perangkat daerah serta unsur Sekretariat Bersama Forum TJSLP/CSR.

Delis: Jangan Berjalan Sendiri-Sendiri

Dalam sambutannya, Bupati Delis menegaskan bahwa forum dibentuk untuk menyinkronkan program pengembangan masyarakat yang dijalankan perusahaan dengan prioritas pembangunan daerah.

Menurutnya, pemerintah daerah dan perusahaan selama ini masih berpotensi menjalankan program masing-masing sehingga dapat terjadi tumpang tindih.

“ Melalui forum ini, program-program pengembangan masyarakat yang dijalankan perusahaan dalam rangka tanggung jawab sosial dan lingkungan akan disinkronkan dengan program prioritas pemerintah daerah, ” kata Delis.

Ia menegaskan bahwa TJSLP tidak boleh hanya berorientasi pada bantuan sesaat, tetapi harus mampu membangun kemandirian masyarakat.

“ Jangan sekadar kita membagikan uang tunai sementara masyarakat tetap berada dalam kemiskinan. Ketika perusahaan selesai, masyarakat kembali pada kehidupan awal yang sulit. Tentunya, hal ini tidak kita inginkan, ” tegasnya.

Untuk tahap awal, Pemkab Morowali Utara menetapkan pengentasan kemiskinan serta lingkungan dan kebersihan sebagai dua fokus utama Forum TJSLP.

Delis juga mendorong dunia usaha turut mengambil bagian dalam memperluas perlindungan jaminan sosial bagi pekerja rentan. Saat ini, sekitar 35.000 pekerja rentan di Morowali Utara telah mendapat perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Hijrah ST : Sektor ESDM Harus Beri Nilai Tambah

Dalam kegiatan yang sama, narasumber dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Hijrah, ST, menyampaikan materi bertema “ Peran dan Kontribusi Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral dalam Mendukung Pelaksanaan TJSLP serta Sinergi Program Pembangunan Daerah. ”

Hijrah menegaskan bahwa sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tidak boleh hanya diukur dari investasi dan produksi komoditas, tetapi juga dari manfaat sosial, ekonomi, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.

“ Kontribusi sektor ESDM tidak berhenti pada produksi komoditas atau energi, tetapi perlu menghasilkan nilai tambah sosial, ekonomi, lingkungan, dan kelembagaan bagi daerah, ” ujarnya.

Menurut Hijrah, TJSLP perlu menjadi bagian dari ekosistem pembangunan yang melibatkan pemerintah, perusahaan, dan masyarakat.

Program perusahaan juga perlu bergeser dari pola charity menuju pemberdayaan, dengan perencanaan berbasis data dan pengukuran input, output, outcome, hingga impact.

Hijrah menyampaikan enam strategi penguatan TJSLP, yakni Alignment, Integration, Collaboration, Empowerment, Measurement, dan Sustainability.

Ia juga mendorong agar sasaran program ditentukan berdasarkan dampak dan kebutuhan masyarakat, bukan semata-mata berdasarkan batas administratif.

“ Dari kontribusi menjadi kolaborasi. Dari program menjadi dampak. ”

Dorong CSR Berkelanjutan

Bupati Delis berharap Forum TJSLP yang dipimpin Ratnawati Iriani dapat menjadi wadah kolaborasi yang efektif antara pemerintah daerah dan dunia usaha.

Pemerintah daerah juga akan melibatkan pemerintah desa, BPD, kepala desa, dan sekretaris desa agar program perusahaan dapat disinergikan dengan kebutuhan masyarakat serta prioritas pembangunan daerah.

Menurut Delis, keterbatasan fiskal daerah membuat kolaborasi dengan dunia usaha semakin penting untuk mendukung berbagai program pembangunan yang tidak seluruhnya dapat dibiayai melalui APBD.

“ Kami telah menyerahkan RKPD, termasuk kegiatan pemerintah daerah yang tidak dibiayai oleh APBD. Melalui forum inilah peran serta Bapak dan Ibu sekalian dapat diwujudkan dalam pembangunan Kabupaten Morowali Utara, ” jelasnya.

Dengan terbentuknya Forum Pelaksana TJSLP, Pemkab Morowali Utara berharap program tanggung jawab sosial perusahaan ke depan tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi mampu mengurangi kemiskinan, meningkatkan kemandirian masyarakat, memperkuat ekonomi lokal, serta menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri narasumber dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Drs. Andi Parenrengi dari Dinas PMD, Kepala BPKAD Morowali Utara Delfia Parenta, S.T., mewakili Dandim 1311/Morowali Danramil 1311-03 Petasia Kapten Inf Amrul, Anggota DPRD Morowali Utara Usman Ukas, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Morowali/Morowali Utara Makmur, pimpinan OPD, pengurus forum, perwakilan perusahaan, rohaniawan, serta insan media .

BERITA TERKAIT

TRENDING

JARINGAN SOSIAL

38,000FansSuka
263PengikutMengikuti
53PengikutMengikuti
3,190PelangganBerlangganan