DLH Luwu Timur Cek Sediment Pond PT. CLM

147

Luwu Timur, batarapos.com – Tingginya intensitas hujan beberapa hari terakhir menyebabkan daerah aliran sungai (DAS) yang berada di wilayah Desa Pongkeru terlihat keruh. Beberapa spekulasi muncul, salah satunya diduga akibat aktivitas penambangan yang dilakukan oleh PT. Citra Lampia Mandiri.

Dugaan tersebut dipicu oleh beberapa komentar dari masyarakat yang menduga tercemarnya DAS Pongkeru diakibatkan oleh aktivitas penambangan PT. CLM yang dilakukan di wilayah Desa Pongkeru.

Ditambah lagi dengan beredarnya di media sosial beberapa video dan gambar yang menampakkan DAS Pongkeru terlihat berwarna coklat, Rabu (6/1/2021). Hal tersebut memicu beragam komentar dari para netizen yang cenderung prihatin melihat kondisi tersebut.

Menanggapi hal tersebut, pihak manajemen PT. CLM bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Luwu Timur melakukan inspeksi dan pengecekan kondisi air terhadap output dari aliran sediment pond yang berada di wilayah penambangan PT. CLM di Desa Pongkeru, Kamis (7/1/2021) Pagi.

Kabid DLH Lutim, Nasir DJ yang turut serta melakukan pengecekan kondisi sediment pond PT. CLM mengatakan bahwa kondisi dari 4 lokasi sediment pond yang dimiliki oleh PT.CLM dengan total luasan keseluruhan 4 ha masih berfungsi dengan baik.

Kami telah melakukan uji lapangan dengan menggunakan alat portable terhadap parameter total suspended solid (TSS) dengan hasil 40mg/L dan pH=6,5. Keselurahan hasil test kandungan air yang keluar dari 4 sediment pond masih dibawah ambang baku mutu lingkungan. Parameter itu sesuai dengan permen lingkungan hidup nomor 09 tahun 2006 tentang baku mutu air limbah bagi usaha dan kegiatan pertambangan bijih nickel,” ujar Nasir.

Walaupun demikian, lanjut dikatakan nasir, terkait dengan dugaan perubahan warna air sungai Malili beberapa hari terakhir, pemerintah akan mencoba melakukan serangkaian identifikasi pemetaan spesial secara holistik terhadap DAS Pongkeru.

DLH Lutim rencananya akan melakukan rapat koordinasi dengan seluruh instansi terkait dan pemangku kepentingan pada 12 Januari 2020 nanti. Hal tersebut dilakukan untuk membahas secara komprehensif tekhnis identifikasi atau pemetaan secara holistik dari hulu hingga ke hilir terkait kondisi DAS Pongkeru yang berubah warna, dan hasilnya akan segera kami sampaikan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Teknik Tambang (KTT) PT.CLM, Ahmad Surana Naf, juga menjelaskan bahwa sejak beberapa bulan terakhir kami terus melakukan pembenahan dan perawatan secara berkala terhadap beberapa titik sediment pond yang kami miliki di Blok Kande Api Desa Pongkeru.

Bukaan tambang yang dikerjakan oleh PT. CLM yang berada di Blok Kande Api itu sekitar 60 ha, yang terdiri dari Pit A dan Pit B. Untuk mengantisipasi limpahan limbah dari blok kande api tersebut, kami membuat 4 sediment pond yang terdiri dari sediment pond A, B, C dan D. dengan luas keseluruhan 4 ha yang di dalamnya terdapat beberapa kompartment yang berfungsi sebagai treatment limbah dari blok kande api,” jelas Ahmad.

Ahmad juga menuturkan, bahwa PT. CLM berkomitmen penuh dalam menjalankan prinsip pertambangan yang baikdan benar (Good Mining Practice) yang salah satu cirinya yakni mengendalikan dan memelihara fungsi lingkungan hidup serta menciptakan pembangunan yang berkelanjutan dan berlandaskan budaya lokal, terkhusu di Kabupaten Luwu Timur tentunya.

Turut hadir juga melakukan inspeksi di lokasi PT.CLM yakni Kadis DLH Lutim, Andi Tabacinna, Kabid DLH, Nasir DJ beserta Tim Laboratorium DLH Lutim, Enviro Department PT. CLM dan Eksternal Deparment PT. CLM. (**).