Hati-hati Pria Ini Belum Ditangkap Polisi, Ciri-Cirinya Wajah Ada Belang Hitam

5559

Makassar, batarapos.com – Sejumlah korban telah melaporkan perbuatan kejahatan pria ini secara resmi diberbagai tempat, namun hingga kini polisi belum bisa menangkapnya.

Bukti surat laporan polisi para korban yang diterima batarapos.com, rata-rata menyebutkan TKP yang berbeda-beda dan terjadi beberapa bulan kemarin di Tahun 2020 ini.

Sedikitnya diketahui ada beberapa pria maupun wanita berbagai elemen profesi mulai ibu rumah tangga, karyawan swasta, honorer, mahasiswa dan lain-lain, telah menjadi korban kejahatan dari lelaki bernama Andi Syawal Tawakkal, warga Kelurahan Baureng, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan.

Pengumpulan data informasi para korban menyebutkan identitas Andi Syawal Tawakkal terkuak merupakan mahasiswa Universitas Hasanuddin Makassar (Unhas) angkatan Tahun 2009 Jurusan Kehutanan, yang telah di DO (Drop Out) pada Tahun 2016 lalu.

Selain sejumlah Mahasiswa dan Mahasiswi, salah satu korban lainnya adalah ibu tumah tangga bernama Rostiati (57) Warga Jalan Dirgantara Makassar juga bercerita peristiwa yang dialaminya selaku korban dari terduga pelaku Andi Syawal Tawakkal.

Awalnya kata Rostiati, Andi Syawal Tawakkal terlebih dahulu memantau kondisi keadaan rumah kontrakan anaknya bernama Akbar Abbas yang berada di jalan Abdullah Dg.Sirua Kota Makassar, selama beberapa hari dan hal ini terlihat langsung oleh anaknya, kebetulan tempat tersebut akan dijual oleh pemiliknya dengan memasang baliho informasi.

Sedikitnya sudah dua kali terlihat oleh anak saya didepan rumah tersebut, tetapi karena pintu pagar selalu terkunci makanya dia (Andi Syawal) tidak berhasil masuk”, ucap Rostiati.

Nah pada waktu ketiga kalinya baru berhasil masuk lanjutnya, dimana pada saat itu dirinya tepat sedang membuka pintu pagar dengan maksud hendak berkunjung menemui anaknya Akbar Abbas.

Dia (Andi Syawal) datang mengaku mau beli rumah itu, (sekilas) cerita-cerita begitu, akhirnya dia masuk dalam rumah dia bilang sudah na beli itu rumah”, lanjut Rostiati.

Ungkap Rostiati lagi Andi Syawal Tawakkal saat bertemu dengannya ketika itu mengaku bernama H.Syahril seorang pengusaha. Dan setelah berhasil masuk ke dalam rumah sembari berkeliling melihat kondisi keadaan rumah sambil menerawang, Andi Syawal Tawakkal mengatakan bahwa ini rumah banyak sekali setannya, maka pada saat itu juga menginginkan untuk melakukan semacam ritual didalam salah satu kamar kosong yang telah dilihatnya didalam rumah tersebut, dengan memakai bahasa Makassar Passili untuk mengusir semua makhluk halus didalamnya, ibarat seorang dukun berilmu menangkap aroma mistis yang menyeramkan untuk menakut-nakuti dan harus menunjukkan kesaktiannya agar bisa yakin dan percaya.

Dia minta air (putih) satu gelas kemudian diipenuhi oleh anak menantu saya bernama Rahma, kebetulan waktu itu saya bertiga didalam rumah. Ada anak saya Akbar Abbas akan tetapi sedang tidur didalam kamar”, paparnya.

Lanjut Roatiati, dirinya mulai semakin diperdaya setelah dia pura-pura kemasukan setan dengan kesurupan sambil berkomat-kamit memainkan mulutnya menyebut sejumlah matera ayat-ayat Al-Quran pada gelas yang berisi air putih tadi, seperti atraksi yang kerap biasa dipertontonkan oleh seorang dukun palsu, namun pakaian Andi Syawal Tawakkal yang dikenakan ketika itu adalah pakaian sangat rapi orang yang berwibawa mirip seorang Sales Marketing atau Manager perusahaan.

Awalnya saya yakin dan percaya karena dia sebut nama Allah karena dia (Andi Syawal Tawakkal) berzikir segala macam dan (terdengar) membaca ayat kursi. Jadi dalam hatiku orang baik ini dan tidak menyangka bahwa (ternyata) dia (hanyalah) seorang penipu” ungkap Rostiati.

Rostiati kemudian melanjutkan ceritanya, usai memainkan air putih dalam gelas dengan manteranya, Andi Syawal Tawakkal kemudian meminta lagi satu buah gelas kosong, lalu diambilkan lagi oleh Rahma namun setelah itu tiba-tiba diperintahkan untuk sebaiknya segera keluar dari dalam kamar guna membersihkan tembok dan lain-lain segala macam.

Dia juga berpesan kepada Rahma agar tidak memasuki kamar tersebut jika tidak diperintahkan Andi Syawal Tawakkal sama sekali, yang menjadi tempat ritual. Bertepatan dengan itu, muncul Akbar Abbas yang telah terbangun dari dalam kamar tempatnya tertidur.

Akbar Abbas yang baru saja terbangun dari tidurnya dan menampakkan diri, kemudian langsung dibuat sibuk oleh Andi Syawal Tawakkal, bahkan dengan menyuruhnya juga melakukan kegiatan yang lebih berat dari Rahma istrinya agar segera keluar menjauh dari rumah untuk membeli kelapa muda.

Sempat saya tanya anak saya Akbar Abbas agar tidak usah terlalu jauh membeli karena adaji penjual yang dekat, tapi dia (Andi Syawal Tawakkal), bilang janganki yang dekat. Ada itu dekat kuburan disana (tempat yang cukup jauh dan membutuhkan waktu agak lama)“, jelas Rostiati.

Setelah Akbar Abbas telah pergi meninggalkan rumah kontrakannya tersebut begitupun kegiatan yang harus dilakukan oleh Rahma tadi, seperti yang diperintahkan Andi Syawal Tawakkal tutur Rostiati, Dirinya kemudian dipanggil masuk kedalam kamar seorang diri untuk turut membantu proses ritual.

“(Didalam kamar kosong) terus dia (Andi Syawal Tawakkal) minta gelang (emas) ku yang saya pakai, tapi lama baru saya buka (karena kaget, kemudian mengulur waktu sambil berfikir) karena antara percaya dengan tidak, tapi (dalam fikiranku) saya juga takut jangan sampai saya ngotot terus diapa-apai kan ?”, tandasnya.

Diteruskannya lagi, cukup memaksa dan sangat terburu-buru Andi Syawal Tawakkal kemudian yang membuka sendiri mempereteli gelang emas tersebut, kemudian langsung memasukkannya kedalam gelas berisi air yang diberikan pertama oleh Rahma dan telah manterainya.

Kemudian Andi Syawal Tawakkal juga membuka cincin yang dipakai jari ditangannya, lalu cincin itu dimasukkan juga kedalam gelas bersama gelang emas tadi, sembari kemudian diaduk-aduk dalam air tersebut.

Isi air yang telah diaduk bersama gelang emas serta cincin kemudian dituangkan kedalam gelas kosong yang terakhir diberikan oleh Rahma, lalu diberikan kepada Rostiati agar airnya segera dipergunakan pada saat itu juga untuk bersih-bersih kedalam kamar.

Pas saya mau ambil itu gelang (emas) dia mengamuk dan marah (Andi Syawal Tawakkal berkata), “Deh Astagfirullah Lailaha Illallah ibu, jangan curiga sama saya berapa harganya itu gelang ta ibu Lailaha Illallah, Subhanallah Astagfirullah””, Pungkas Rostiati mengutip perkataan Andi Syawal Tawakkal.

Karena gelang emas tidak diberikan, maka Rostiati ke kamar sebelah untuk membersihkan kamar dengan membawa air gelas tersebut dan diikuti Andi Syawal Tawakkal, lalu diperintah lagi.

Dia (Andi Syawal Tawakkal) bilang “Berdiri disitu“, kata Rostiati mengutip kembali ucapan H.Syahril alias Andi Syawal Tawakkal.

Rostiati mengatakan, tidak lama kemudian Andi Syawal Tawakkal kemudian pergi mengambil gelang emas dan cincinnya dan saat itu juga langsung lari kabur secepat-cepatnya keluar meninggalkan rumah.

“(Karena curiga) saya juga langsung berlari ke kamar sebelah (untuk) melihat itu gelang (emas) tapi (sudah) tidak adami, (maka) saya (juga) lari cepat keluar panggil menantuku diluar. Tetanggaku bilang dia sudah lari naik motor”, ucap Rostiati.

Terduga pelaku H.Syahril alias Andi Syawal Tawakkal ternyata tidak hanya berhasil membawa kabur gelang emas seberat 10 gram yang ditaksir bernilai 9 juta rupiah, akan tetapi bersamaan juga berhasil mencuri sebuah Cas beserta handphone merk Samsung tipe A10 berwarna hitam ditaksir bernilai 1,5 juta rupiah, yang disimpan diatas meja milik Akbar Abbas.

Namun korban yang tidak mengenal sama sekali H.Syahril alias Andi Syawal Tawakkal, berhasil mendeteksi ciri-ciri wajah yakni tanda bintik hitam agak besar semacam tompel yang berada diwajah sebelah kiri dan berhasil mendapatkan foto dengan pakaian kemeja berwarna biru yang dikenakan pada saat melakukan aksinya melalui akun instagram milik terduga pelaku.

Atas kejadian tersebut para korban telah melaporkan kasus ini Polsek Panakukang Makassar.

Berikut data-data sejumlah korban lainnya :

1. Falensius Mintu alias Falen (25)

Kejadian Pada Tanggal Senin 14 Desember 2020.

TKP di Kost Crace Jl. Komp. IDI Kelurahan Tello Baru, Kota Makassar,

Kehilangan Motor Honda Scoopy warna hitam putih DD 5574 SD,

Kerugian Rp.13.000.000,00

2. Muh.Iksan (21)

Kejadian pada Tanggal 8 Desember 2020, TKP Pintu 0 Unhas

Kehilangan Laptop Merk Acer Aspire 3 warna hitam AMD A9

Kerugian Rp. 4.500.000,00

3. Karman (23)

Kejadian Awal November 2020

TKP Pintu 0 Unhas

Kehilangan Laptop Merk Lenovo dan uang tunai

Kerugian Rp. 2.700.000,00

4. Elvira (23)

Kejadian Pertengahan November 2020

TKP Jalan Kompleks IDI Blok D Nomor 14 Kota Makassar

Kehilangan Uang Tunai

Kerugian Rp.2.000.000,00

5. Novi (25)

Kejadian Akhir Agustus 2020

TKP Camming Bone

Kerugian Rp.5.000.000,00

6. Fareli Paskalis (20)

Kejadian awal Desember 2020

TKP jalan Komplek IDI Blok D nomor 14 Kota Makassar

Kerugian Rp 700.000

Modus yang dipergunakan terduga pelaku kepada korbannya selain meminjam uang dan barang para korban, juga jadi dukun, untuk melakukan penipuan maupun pencurian.

Adapun para korban lainnya juga  berdomisili disejumlah wilayah Kabupaten/Kota oleh terduga pelaku penipuan diantaranya Kabupaten Bone, Kabupaten Sinjai, Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan informasinya hingga Provinsi Lampung tempat anak dan istrinya berdomisili.

Ciri-ciri utama terduga pelaku diantaranya pada wajah sebelah kiri dibawah bulu mata bawah ada belang hitam agak besar, gemuk, berkumis tipis, Informasi keberadaan terduga pelaku hingga kini sangatlah penting untuk menghentikan adanya korban-korban lainnya. (Zul/Yusri)