Ir. H. Alwan Ajak Insan Pertambangan Jadikan Kemerdekaan Sebagai Semangat Berkarya dan Menjaga Keselamatan

Liputan : Rudini

Petasia Timur, batarapos.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum untuk kembali mengenang jasa para pahlawan sekaligus memperkuat semangat seluruh insan pertambangan dalam memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara.

Dalam amanat upacara pengibaran bendera dipelataran site officer PT.Bumanik, H.Alwan dalam sambutannya dihadapat para peserta upacara karyawan PT.Bumanik dan mitra kerjanya HUT RI ke-81 tahun 2026 ini kita. mengusung tema “Mensyukuri Kemerdekaan, Menjaga Harapan, dan Berkarya untuk Negeri dari Bumi Pertambangan”, disampaikan bahwa kemerdekaan Indonesia bukanlah hadiah yang diperoleh dengan mudah. Kemerdekaan lahir dari perjuangan, pengorbanan, darah, air mata, serta keberanian para pahlawan dan rakyat Indonesia.17

Di hadapan peserta upacara yang terdiri dari jajaran manajemen, pengawas, karyawan, mitra kerja, dan seluruh peserta upacara, juga disampaikan bahwa kemerdekaan merupakan nikmat besar yang harus disyukuri dan diisi dengan tindakan nyata.

“ Mensyukuri kesehatan berarti menggunakan tubuh untuk sesuatu yang bermanfaat. Mensyukuri pekerjaan berarti menjalankan pekerjaan dengan amanah. Dan mensyukuri kemerdekaan berarti menggunakan kebebasan yang kita miliki untuk memberikan manfaat bagi bangsa dan negara, ” demikian pesan dalam amanat tersebut.

Bagi insan pertambangan, semangat mengisi kemerdekaan dapat diwujudkan melalui pekerjaan yang dilakukan dengan disiplin, amanah, kompeten, dan mengutamakan keselamatan.

Seorang operator yang bekerja sesuai prosedur, pengemudi yang mematuhi aturan, pengawas yang berani menghentikan pekerjaan tidak aman, engineer yang membuat perencanaan dengan benar, mekanik yang memastikan keandalan alat, hingga tim lingkungan yang menjaga kelestarian alam, semuanya dinilai memiliki peran dalam membangun negeri.

“ Kita mungkin tidak memegang bambu runcing seperti para pejuang dahulu. Tetapi kita memegang tanggung jawab, ” menjadi salah satu pesan utama yang disampaikan.

Dalam amanat tersebut juga ditekankan bahwa perjuangan generasi saat ini berbeda dengan perjuangan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Jika dahulu perjuangan dilakukan untuk mempertahankan wilayah Indonesia, maka generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk mengelola dan membangun Indonesia dengan sebaik-baiknya.

Indonesia yang dianugerahi sumber daya alam melimpah, termasuk mineral yang dibutuhkan dunia, harus dikelola secara aman, efisien, bertanggung jawab, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Pertambangan, lanjutnya, diharapkan mampu memberikan lapangan pekerjaan, penerimaan negara, pembangunan daerah, dan pertumbuhan ekonomi tanpa mengabaikan keselamatan manusia maupun kelestarian lingkungan.

Karena itu, seluruh pekerja tambang diajak menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama.

“ Tidak ada produksi yang lebih berharga daripada nyawa manusia, ” tegasnya.

Selain keselamatan, para pekerja juga didorong untuk menjaga disiplin, meningkatkan kompetensi, melindungi lingkungan, serta memegang teguh integritas dalam menjalankan setiap pekerjaan.

Tidak kalah penting, pekerja diingatkan agar tidak merasa bahwa pekerjaan mereka terlalu kecil untuk memberikan kontribusi bagi Indonesia.

Setiap pekerjaan yang dilakukan dengan benar, sekecil apa pun perannya, merupakan bagian dari pembangunan bangsa.

Dalam kesempatan tersebut, peserta upacara juga diajak untuk tetap menjaga harapan di tengah berbagai tantangan kehidupan. Tekanan pekerjaan, kondisi ekonomi, persoalan keluarga, maupun berbagai keadaan yang tidak sesuai dengan harapan merupakan bagian dari perjalanan hidup.
Namun, kesulitan tidak boleh membuat seseorang kehilangan kejernihan berpikir.

Pesan yang disampaikan adalah agar setiap orang tidak mengambil keputusan besar ketika dikuasai kemarahan, tidak menjadikan media sosial sebagai ukuran keberhasilan hidup, serta tidak mudah berprasangka buruk terhadap keadaan.

” Jika keadaan sedang sulit, jangan hanya bertanya, ‘Mengapa ini terjadi kepada saya?’ Cobalah bertanya, ‘Apa yang harus saya pelajari dari keadaan ini?, ” demikian pesan yang disampaikan kepada para peserta upacara.

Lebih jauh, seluruh peserta diajak memahami bahwa kemerdekaan bukan hanya terbebas dari penjajahan, tetapi juga merupakan perjuangan untuk membebaskan diri dari kemalasan, ketidakdisiplinan, budaya menyalahkan orang lain, korupsi, ketidakjujuran, serta rasa takut untuk melakukan perbaikan.

Khusus bagi dunia pertambangan, budaya “yang penting produksi tinggi” harus digantikan dengan semangat pertambangan yang bertanggung jawab.

“ Produksi tercapai, manusia selamat, lingkungan terjaga, perusahaan sehat, dan masyarakat mendapatkan manfaat. ”

Pesan tersebut menjadi gambaran bahwa keberhasilan pertambangan tidak semata-mata diukur dari pencapaian produksi, tetapi juga dari keselamatan pekerja, keberlanjutan lingkungan, kesehatan perusahaan, dan manfaat yang dirasakan masyarakat.

Pada bagian akhir amanat, seluruh insan pertambangan diajak menjadikan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum untuk memperbarui tekad memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa.

“ Saya mungkin bukan pahlawan. Nama saya mungkin tidak pernah ditulis dalam buku sejarah. Tetapi selama saya masih diberikan kesempatan bekerja dan hidup di negeri ini, saya akan memberikan bagian terbaik yang saya mampu untuk Indonesia. ”

Semangat tersebut kemudian ditutup dengan ajakan untuk tetap mencintai Indonesia, tetap bekerja dengan baik meskipun tidak selalu mendapatkan penghargaan, tetap melakukan hal yang benar meskipun tidak ada yang melihat, serta tetap menjaga harapan dan berbaik sangka kepada Allah SWT.

Doa juga dipanjatkan agar Allah SWT senantiasa menjaga Indonesia, memberikan pemimpin yang amanah dan adil, memberikan kesejahteraan kepada rakyat, menjaga keselamatan seluruh pekerja tambang, serta menjadikan sumber daya alam Indonesia benar-benar membawa kemakmuran bagi bangsa.

“ Untuk para pahlawan yang telah mendahului kita, pengorbanan kalian tidak sia-sia. Tugas kami adalah melanjutkan perjuangan itu dengan cara kami. Yaitu
Dari pit, workshop, hauling road, stockpile, jetty, hingga ruang-ruang kerja, seluruh insan pertambangan diajak untuk terus berkarya dan memberikan yang terbaik bagi Indonesia ” .

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Merdeka! Merdeka! Merdeka!

BERITA TERKAIT

TRENDING

JARINGAN SOSIAL

38,000FansSuka
263PengikutMengikuti
53PengikutMengikuti
3,190PelangganBerlangganan