Kualitas Proyek Jalan Nasional Koppe Taccipi Kelihatan, Dinding Sayap Jembatan Ambruk

549

Bone, batarapos.com – Bangunan dinding sayap pada salah satu jembatan yang dikerjakan PT. Apro Megatama bahagian proyek Jalan Nasional Koppe Taccipi atau Preservasi Jalan dan Jembatan Bts. Kab. Maros – Ujung Lamuru – Watampone.

Oleh instansi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Satuan Kerja : Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah III Provinsi Sulawesi Selatan.Tahun Anggaran : APBN Tahun 2021, Nilai Pagu Paket : Rp.39.141.462.000,00, Harga Terkoreksi : Rp.31.313.614.468,75.

Terlihat ambruk rusak parah. Sabtu (20/11/2021) kemarin pada pukul kurang lebih 15.00 wita. Bangunan dinding yang ambruk merupakan bagian sayap penahan pondasi jembatan dengan kurang lebih setinggi 2 meter dan panjang juga diperkirakan kurang lebih 2 meter.

Menurut saksi mata yang merupakan warga setempat, hal ini terjadi pada waktu menjelang sore hari dengan cuaca hujan deras.

Air sungai itu meluap dan mengikis dinding bagian jembatan sebelum akhirnya ambruk,” ucap warga setempat.

Selain faktor alam, penyebab utama ambruknya dinding sayap penahan pondasi jembatan tersebut diduga kuat akibat pekerjaannya asal jadi, hal ini terlihat pada pemasangan batu dan campuran semen proyek tersebut tidak terlihat galian seperti hasil dokumentasi yang sudah diperkirakan berkualitas buruk sebelum mengalami kejadian ambruk.

Tidak hanya pada titik ini beberapa titik lainnya juga terlihat pembuatannya bahkan sangat buruk rupa, padahal para pengawas proyek ini personilnya cukup banyak, bahkan terlihat kerap mondar-mandir tanpa absen mengawasi para pekerja yang sedang bekerja.

Titik hasil pekerjaan buruk rupa dapat dilihat secara langsung dan belum mendapat perbaikan hingga saat berita ini diterbitkan. Yakni pada lantai dasar drenaise saluran air sepnajang puluhan meter padahal baru saja selesai dirampungkan oleh pihak kontraktor PT. Apro Megatama.

Selain itu juga antara bibir jalanan yang telah diaspal dengan drenaise atau saluran air tidak memakai sirtu melainkan hanya timbunan tanah.

Terpisah General Manager PT. Apro Megatama Sukiman mencoba dikonfirmasi melalui telefon seluler namun tidak direspon.

Tim batarapos.com/Yusri/Zul

SebelumnyaGandeng LPPM Unhas, Pemda dan DPRD Luwu Timur Bimtek Pengelolaan Keuangan Daerah
SelanjutnyaBPKP Sulsel Jadi Narasumber Pada Bimtek Aparat Pengawas Inspektorat Luwu Timur