Lagi, PT Cipta Aksara Perkasa Bermasalah, Proyek Tak Beres, Hutang Ratusan Juta

152

Mangkutana, Batarapos.com – Sebelumnya, pada bulan Juni lalu eks karyawan PT Cipta Aksara Perkasa menerima tinju dari salah seorang subkon akibat hutang proyek tak kunjung dibayar.

Saat ini muncul nama baru yakni (Anwar dkk) yang merupakan satu dari sekian subkon dari proyek pelebaran jalan di Desa Kasintuwu, Kecamatan Mangkutana, Luwu Timur, Sulawesi Selatan yang dikelolah oleh PT Cipta Aksara Perkasa pada tahun 2018 lalu.

Hutang PT Cipta Aksara Perkasa terhadap Anwar dan rekannya senilai Rp. 479.411.000,- meliputi, biaya sewa Alat berat, BBM, pengadaan barang, biaya pekerja dan beberapa biaya lainnya.

Anwar dan rekannya telah berupaya menagih terhadap pimpinan PT Cipta Aksara Perkasa (Muh. Gifari) namun tidak membuahkan hasil, sehingga Anwar dan rekannya, menyita beberapa barang perusahaan sebagai jaminan, seperti 2 unit mobil, 1 unit molen, 1 unit pompa air dan guadril.

Barang tersebut diamankan oleh Anwar di rumahnya, dengan catatan, barang tersebut akan diserahkan setelah pihak perusahaan membayar hutang yang dimaksud, Anwar dan rekannya juga saat mengambil barang tersebut telah membuat surat pernyataan yang diketahui oleh Kepala Desa Kasintuwu selaku pemerintah setempat dan Manager perusahaan.

“Semua barang itu saya amankan sebagai jaminan, dan dijamin tidak ada kerusakan selama saya amankan, dengan catatan setelah saya dibayar baru saya serahkan barang itu, dan saat saya ambil itu barang, diketahui oleh kepala Desa” Ungkap Anwar

Anehnya, saat ini justru Anwar dilaporkan ke Polisi atas tudingan penggelapan barang milik perusahaan, dimana Anwar telah menghadap di Polres Luwu Timur terkait pemanggilan tersebut.

“Saya dilaporkan penggelapan barang perusahaan, saya cuma ambil sebagai jaminan, kalau saya dibayar silahkan ambil kembali, karena ini perusahaan susah ditagih, dan saya ambil barang juga diketahui pemerintah dan pihak perusahaan, barangnya ada kok, dan masih utuh” tuturnya.

Diketahui proyek tersebut belum di PHO, pasalnya beberapa item termasuk guadril belum dipasang oleh pengelolah.

Sementara pimpinan perusahaan (Muh. Gifari) berupaya dikonfirmasi, namun yang bersangkutan memblokir nomor handpone wartawan. (HS).

SebelumnyaAparat Desa Dipecat Mengadu Ke DPRD, Camat Mangkutana Dinilai Lalai Keluarkan Rekomendasi
SelanjutnyaKades Wonorejo Pecat 4 Aparatnya, BPD : Ini Bukan Lagi Soal Dinas Tapi Ditunggangi Keluarga