Luberan Lumpur di Ussu, PT PUL Dinilai Abaikan Lingkungan, Pemda Kemana ?

413

Luwu Timur, batarapos.com – Dampak dari aktivitas penambangan di Desa Ussu kecamatan Malili Luwu Timur Sulsel yang kerap terjadi setiap musim hujan menyebabkan longsor yang membawa material tanah, batu dan meluapnya luberan Lumpur yang menghantam permunkiman warga termasuk menutupi badan jalan Nasional trans Sulawesi (Malili – Makassar).

Kejadian yang membuat cemas dan kepanikan warga disekitar area pertambangan dari longsoran batu dan tanah maupun lumpur tebal diduga akibat tidak adanya kepedulian PT Prima Utama Lestari (PUL) yang mengeksploitasi dan mengeksplorasi hutan dan tebing di areal penambangannya.

Akibatnya, setiap musim penghujan tiba, reruntuhan tanah dan bebatuan maupun lumpur dari dampak penggundulan hutan karena penambangan PT PUL yang dinilai abaikan lingkungan menerjang permukiman Warga termasuk merusak badan jalan Nasional” kata Saiful pemerhati Lingkungan Sulsel.

Dari kacamata Lingkungan di areal pertambangan PT PUL di ussu dan sekitarnya, Saiful dengan tegas membeberkan kalau rekomendasi pemerintah Daerah dan provinsi melalui Dinas pertambangan dan Lingkungan hidup terkait penataan lingkungan, pihak perusahan hanya mengabaikannya.

Lalu aktivitas tambang yang terus berjalan patut dipertanyakan Kemana pengawasan pemerintah kabupaten dan provinsi serta DPRD yang membidangi lingkungan, berapa besar kontribusi yang didapatkan pemerintah Daerah terhadap kegiatan pertambangan yang hanya merusak lingkungan” tanya Saiful.

Dia menambahkan jika ini terus dibiarkan, kita tinggal menghitung hari kehancuran lingkungan di areal pertambangan PT PUL di Ussu dan sekitarnya, kehadiran investor yang diharapkan jadi Rahmat buat daerah dan masyarakat di Luwu Timur justru bencana dan kehancuran yang datang, kunci Saiful. (**).