Muh. Nurwan Tifta Kecewa, Tuntutan Mahasiswa PMII Cabang Bone dan Dema IAIN Bone Belum Digubris DPRD

186

 

Bone, Batarapos.com – Organisasi kemahasiswaan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII Cabang Bone) dan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA IAIN Bone) kembali seruduk Kantor DPRD Kabupaten Bone. Selasa (1/10/19).

Aksi unjuk rasa yang dilakukan PMII dan DEMA IAIN Bone di halaman kantor DPRD di jalan Kompleks Stadion Lapatau, Watampone, berlangsung dengan kondusif dibawah pimpinan Muh. Nurwan Tifta, S.E.

Namun sangat disayangkan oleh Mahasiswa, termasuk Muh. Nurwan Tifta, S.E selaku (Jendral Lapangan) dimana pihak anggota DPRD memberikan berkas yang salah, hasil tuntutan yang diberikan berupa selebaran kertas adalah tuntutan dari kelompok lain yang juga pernah melakukan aksi sebelum mereka.

Masih Muh. Nurwan Tifta, Kami sudah mengajukan beberapa tuntutan kepada anggota DPRD saat aksi beberapa hari yang lalu dan memberikan waktu 2X24 jam. Namun sampai saat ini belum ada jawaban pasti, makamnya kami kecewa dan meninggalkan kantor DPRD Bone.

“Memang sebelumnya, pernah ada demonstrasi yang melakukan aksi, setelah itu teman – teman kami dari PMII dan DEMA juga turun dan mengajukan beberapa tuntutan. Sedangkan berkas yang diperlihatkan tadi, yang sudah diproses adalah berkas dari kelompok aliansi lain, bukan berkas yang kami ajukan sebelumnya. Alasan dari anggota DPRD Bone tadi katanya tuntutan kami sudah terwakili oleh kelompok yang turun sebelumnya. Tapi kan, tuntutan kami sangat jauh berbeda dengan tuntutan aksi mereka,” terang Jendral Lapangan.

Lanjut dikatakannya, kami juga kecewa lantaran yang menerima aspirasi teman – teman tadi merupakan anggota dewan yang tidak hadir pada saat aksi kami kemarin. Wajar saja tidak singkrong.

”Yang sebenarnya bertanggung jawab atas tuntutan kami adalah Andi Akbar Yahya selaku ketua DPRD kabupaten Bone, karena beliau yang bertanda tangan pada nota kesepahaman, namun menurut pengakuan salah satu anggota DPRD yang hadir tadi, beliau tidak ada di Bone, beliau ada di Jakarta,” cetus Jendral lapangan.

Tidak puas di Kantor DPRD, para demostran melanjutkan aksi di Kantor Polres Bone, di jalan Yos Sudarso, Watampone untuk melakukan Aspirasi dan menyampaikan langsung pernyataan sikap kepada Kapolres Bone.

Poin pertama yang disampaikan oleh Jendral Lapangan yaitu :
1. Mengutuk keras pelaku penembakan Almarhum Randi dan tindakan represif kepada mahasiswa.
2. Tangkap pelaku penembakan Alm. Randi.
3. Hentikan tindakan represif kepada mahasiswa.

Ditengah aksi unjuk rasa, Kapolres Bone AKBP. Muhammad Kadarislam Kasim, menanggapi aspirasi mahasiswa, dalam tanggapannya ia mengatakan, terkait dengan aksi hari ini, dimana tuntutan adek – adek sekalian untuk segera memproses dan melakukan penyelidikan dengan meninggalnya saudara kita, aktivis dari PMII almarhum Randi di Kendari, tentunya juga menjadi perhatian pimpinan Polri.

“Adek – adek bisa tau jika terjadi adanya penembakan, langsung pimpinan polri mengambil langkah yaitu memutasikan pimpinan polda yang bersangkutan dan terkait dengan meninggalnya saudara kita Almarhum Randi di Kendari telah dilakukan penyelidikan,” jelas Kapolres Bone.

“Aksi yang dilakukan teman – teman hari ini tentunya juga kita melaporkan pimpinan tingkat atas, dan pimpinan atas juga pasti melaporkan tingkat pusat, dan ini pasti ada tindakan,” tutup AKBP. Muhammad Kadarislam Kasim. (Yusri)

SebelumnyaPakai Dana Pribadi, Putra Asal Tomoni Wakili Sulawesi Selatan Ke Go National Duta Lingkungan 2020
SelanjutnyaDengan Motor Trail, Kapolsek Baebunta Gelar Sambang Desa dan Jelajahi Enam Dusun di Desa Sassa