Luwu Timur, batarapos.com – Kian merebaknya paparan covid-19 di wilayah pemberdayaan PT Vale Indonesia, membuat pemerintah desa Ledu-Ledu semakin memperketat pengawasan di posko covid-19 desa Ledu-Ledu, kecamatan Wasuponda, Jumat (1/5/2020).
Kepanikan warga kecamatan meningkat seiring meningkatnya kasus paparan virus Corona yang kian bertambah setiap harinya di kabupaten Luwu Timur, terkhusus di wilayah pemberdayaan PT Vale Indonesia ini.
Hingga hari ini, diketahui jumlah pasien yang dinyatakan positif dari data yang diterima tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTTP) covid-19 kabupaten Luwu Timur melalui hasil pcr/swab test sebanyak 11 orang, dan itu membuat kepala desa Ledu-Ledu, Andi Ahmad S. An memerintahkan aparat dan satgas serta masyarakat untuk memperketat pengawasan dipintu masuk desanya.
“Kami bersama para relawan akan semakin memperketat pengawasan terhadap warga yang masuk ke desa Ledu-Ledu untuk mengurangi kepanikan warga” ucap Andi Ahmad.
Meski desa Ledu-Ledu terbilang masih aman dari paparan covid-19, namun kepala desa Ledu-Ledu tetap akan melakukan apapun demi menekan penyebaran virus Corona agar tidak mewabah didesanya, salah satu cara yang dilakukan dengan melarang warga dari daerah yang telah terpapar untuk masuk ke desa Ledu-Ledu serta mulai Minggu meniadakan hari pasar untuk sementara waktu.
“Mulai hari Minggu, kegiatan hari pasar akan kami hentikan untuk sementara, dan kami melarang warga untuk bepergian keluar wilayah kecamatan Wasuponda, serta kami juga melarang warga dari daerah terjangkit untuk masuk ke desa kami demi mengurangi kepanikan warga, darinya itu kami mohon pengertian seluruh masyarakat untuk bekerjasama demi memutus mata rantai penyebaran covid-19, dan kami berdoa semoga wabah ini cepat berlalu sehingga kita bisa beraktivitas dengan normal seperti sedia kala” harap kades Ledu-Ledu, A. Ahmad S. An. (AR)











