Polres Bone Periksa Lahan Proyek Jalan Nasional Koppe Taccipi

374

Bone, batarapos.com – Sedikitnya lima anggota personil aparat Kepolisian dari Polres Bone turun ke lokasi proyek Jalan Nasional Koppe Taccipi, di Desa Liliriawang, Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone, Sulsel, Jumat (9/7/2021).

Mereka tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) sekitar pukul 11: 00 wita menggunakan kendaraan jenis Avansa warna putih dengan Nomor Polisi DP 1272 LB.

Kehadirannya seperti diketahui sebagai personil Kepolisian yang menangani kasus pelaporan warga, korban atau pemilik lahan bernama A. Kansar yang melaporkan dugaan pengrusakan dan penyerobotan tanah, atas pekerjaan pelebaran jalan proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bts. Kab.Maros – Ujung Lamuru – Watampone, tanpa pembayaran pembebasan lahan.

Para anggota polisi tersebut terlihat meneliti secara seksama dan melakukan dokumentasi pengambilan gambar foto pada batas-batas bibir jalan begitupun memperhatikan lahan-lahan yang dirusak, maupun bangunan yang telah rampung dikerjakan pelaksana proyek PT. Apro Megatama terdiri dari saluran drenaise diatas bekas lahan A.Kansar disaksikan salah satu penanggung jawab dari Dinas terkait bernama Arman.

Cuaca gerimis yang terlihat tidak menghentikan langkah polisi, untuk terus mengamati dan mempelajari kondisi terakhir saat itu, sekitar lahan yang dilaporkan pelapor.

Sesekali polisi juga bertanya kepada pengawas maupun pelapor tentang batas-batas area atau kondisi sebelum proyek jalan dikerjakan.

Ini bekas apa dulu pak, sebelum dibangun drenaise ?”, tanya salah satu anggota polisi.

Itu bahagian dari ruas jalan pak !“, jawab salah satu pengawas lapangan dari dinas.

A.Kansar sebagai pemilik lahan juga terlihat mendapat pertanyaan yang sama memberi jawaban.

Ini bekas sawah saya pak yang dibangun saluran air (drenaise)“, jawab A.Kansar.

Pada kondisi terakhir saat ini jika diperhatikan secara seksama dilokasi area proyek Jalan Nasional Koppe Taccipi, terlihat bangunan Drenaise yang telah selesai rampung dikerjakan dan telah dialiri air menuju persawahan warga setempat.

Selain itu juga terdapat bekas saluran drenaise lama yang telah tertimbun oleh badan proyek Jalan Nasional sepanjang kurang lebih diatas 100 meter. Jaraknya sekitar kurang lebih 2 meter dari bangunan drenaise baru.

Menurut pemilik lahan itu adalah bekas-bekas area wilayah tanah miliknya.

Itu bekas sawah sawah saya yang telah dirusak oleh perusahaan PT. Apro Megatama“, tandasnya.

Selain itu juga terdapat bekas galian sepanjang kurang lebih juga diatas 100 meter dengan lebar kurang lebih 2 meter yang saat ini diblokade pemilik lahan agar tidak lagi dikerjakan oleh perusahaan pelaksana pekerjaan.

Galian ini adalah bekas tanaman pohon pisang yang berjumlah puluhan pohon yang saya tanam tapi semua tanaman ini juga telah dirusak bahkan timbunan bekas galiannya dibuang kedalam sawah saya”, jelas A.Kansar.

Salah satu keanehan terjadi usai aparat Kepolisian meninggalkan lokasi, dimana sedikitnya 4 empat kendaraan Damp Truck berisi bahan material cipping beserta para supir kembali parkir didepan area lahan yang dilaporkan warga.

Diduga PT. Apro Megatama berencana menumpahkan kembali bahan material seperti peristiwa sebelumnnya yang telah memancing amarah pemilik lahan A.Kansar.

Saya menunggu intruksi bos (PT. Apro Megatama) tidak tahu dimana mau ditumpah, apakah disini atau dipenampungan”, kata salah satu supir yang dikonfirmasi sebelum terlihat menyalakan mesin mobil dan meninggalkan lokasi.

Sebagai informasi terakhir pemilik lahan A.Kansar saat ini menunggu intruksi Aparat Kepolisian Polres Bone untuk melakukan pengajuan permohonan pengembalian batas kepada pihak BPN Kabupaten Bone.

Berdasarkan Surat Sertipikat Tanah Hak Milik Nomor : 60 Tanggal 11/8/1983, Surat Ukur Nomor : 4162 tanggal 10/12 tahun 1982, Luas 11.424 M2.

Dan Surat Sertipikat Tanah Hak Milik Nomor : 53 tanggal 16/8/1983, Surat Ukur Nomor : 4163 tanggal 10/12/ tahun 1982, Luas 11.040 M2. Atas nama A.Kansar. (Zul/Yusri/Agustang).

SebelumnyaLuwu Timur Zona Oranye Covid-19, Pembelajaran Tatap Muka Ditunda
SelanjutnyaValidasi KPM PKH di Kecamatan Wotu