Liputan : Yusri
Bone, batarapos.com – Penantian petani di Kecamatan Bengo selama puluhan tahun menikmati saluran irigasi yang layak dan optimal, untuk memenuhi kebutuhan lahan persawahan masyarakat sepertinya baru terwujud di era kepemimpinan Andi Sudirman Sulaiman selaku Gubernur Sulawesi Selatan.
Suntikan dana segar melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Pemprov Sulsel senilai Rp 268.948.243.028,87-, dikerjakan pihak rekanan kontraktor PT. Bumi Karsa dan PT. Agrinas Pangan Nusantara, KSO akhirnya menjawab keluhan para petani di Kecamatan Bengo selama ini.
” Khusus di Kecamatan Bengo sebanyak lima belas miliar kita anggarkan, “kata Andi Sudirman Sulaiman.
Namun secara keseluruhan anggaran yang dikucurkan pemerintah di wilayah kerja Andi Asman Sulaiman lanjut diterangkan Gubernur Sulsel sebanyak 780 miliar, dari anggaran tersebut, baru kisaran 500 miliar terserap dengan baik.
” Jadi lima ratus miliar anggaran ternyata sudah selesai semua kewenangan insya Allah pekerjaan Provinsi, satu kali lelang awal tahun kemarin sudah tanda tangan kontrak , ” terang Andi Sudirman Sulaiman.
Andi Sudirman Sulaiman juga menegaskan, anggaran ratusan milyar infrastruktur tersebut tidak hanya terpusatkan di Kecamatan Bengo, melainkan juga tersentuh di beberapa Kecamatan lainya wilayah Kabupaten Bone, seperti diantaranya bendungan DI Waru-waru Kecamatan Mare, bendungan DI Salomekko, bendungan DI Unyi Kecamatan Dua Boccoe dan bendungan DI Jelling.
Dari investigasi 500 miliar untuk kebutuhan masyarakat lanjut diterangkan Gubernur Sulsel, setidaknya bisa mengoptimalkan 54000 hektare sawah irigasi petani secara efektif yang tersebar di wilayah Kabupaten Bone.
” Dari lima puluh empat ribu hektare sawah teraliri irigasi, petani bisa menghasilkan empat triliun dalam satu tahun, jika selesai proyek lima ratus miliar ini, ” terang Andi Sudirman Sulaiman
Gubernur Sulawesi Selatan juga menitip pesan kepada pihak rekanan kontraktor dalam pekerjaan infrastruktur yang dikucurkan pemerintah, juga melibatkan warga lokal untuk pemberdayaan
” Empat puluh persen kasih warga lokal, karena pekerjaan begini bisa warga lokal kerjakan, kalau perlu tenaganya lebih banyak warga setempat yah, minta tolong. Karena kalau tidak dievaluasi lagi nanti , “tegas Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.












