Proyek Irigasi Puluhan Milyar di Towuti Diprotes Petani !

455

Luwu Timur, batarapos.com – Petani sawah di Desa Timampu, Kecamatan Towuti, Luwu Timur protes proyek pembangunan irigasi yang dinilai tidak akan mengairi sawah petani.

Para petani yang area sawahnya dilalui proyek irigasi itu melayangkan protes melalui Kepala Desa Timampu (Samsul Rusdang).

Petani protes lantaran permukaan sawah mereka lebih tinggi dibanding dengan permukaan irigasi, akibatnya petani akan kesulitan mengambil air dari irigasi untuk kebutuhan sawah.

Kepala Desa Timampu usai menerima laporan dari petani langsung mengunjungi titik proyek yang dimaksud dan bertemu dengan pihak pengelola proyek, Senin (9/8/21).

“Petani yang sawahnya dekat dari irigasi itu semua protes, terutama yang sangat terdampak, karena permukaan sawah mereka lebih tinggi dari pada permukaan irigasi, kita berupaya pembangunan yang masuk itu bisa bermanfaat dan digunakan dengan baik oleh masyarakat” Kata Kepala Desa Timampu.

Samsul Rusdang mengungkapkan bahwa, irigasi tersebut satu-satunya yang digunakan oleh petani mengambil air untuk sawah, sehingga kondisi irigasi tersebut akan sulit mengairi sawah petani.

“Selama ini, hanya itu satunya-satunya irigasi yang digunakan petani, kalau air tidak bisa masuk ke sawah mereka percuma juga dibangunkan irigasi,” ungkapnya.

Terpisah (Tintin Sumarni, ST) PPK Dinas PUPR Kabupaten Luwu Timur, saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut, sehingga pihaknya akan menggelar rapat dengan pemerintah Desa dan masyarakat Kamis (12/8/21).

“iya benar, kami rencana rapat dengan pak Desa dan masyarakat hari Kamis,” tandasnya.

Menurutnya, jika elevasi jalan yang akan diikuti oleh irigasi maka top bangunan akan bergelombang, sehingga top pasangan sebagian mengikuti level sawah dan mengikuti level bawah sawah.

Ia juga menjelaskan bahwa irigasi induk tersebut terfokus untuk mengaliri sawah bagian ujung, bukan sawah yang dilalui oleh irigasi.

“Kalau elevasi jalan yang mau diikuti jadinya topnya bergelombang, tapi elevasi saluran yang diutamakan, kontur tanahnya bervariasi, jadi top pasangan ada yang level sama dengan sawah ada yang dibawah, saluran itu, yang diairi bukan sawah yang disamping tetapi yang mengaliri sawah yang diatasnya, tidak ada dalam perencanaan irigasi, tiap sawah dibuatkan pintu pengambilan” tuturnya.

Proyek rehabilitasi jaringan irigasi DI Bakara (DAK) dengan pagu Anggaran senilai Rp. 10.104.903.050 (sepupuluh milyar seratus empat juta sembilan ratus tiga ribu lima puluh rupiah) dikelola oleh PT. Hijrah Bangun Nusantara. (HS).

SebelumnyaPetugas Kesehatan Isoman, PKM Mangkutana Batasi Layanan
Selanjutnya15 Casis Polri Diapelkan di Mapolres Luwu Timur