Proyek Pelebaran Jalan Kasintuwu FHO, Begini Kondisinya !

7

Mangkutana, Batarapos.com – Meski dinilai gagal kontruksi, proyek pelebaran jalan Trans Sulwesi, di Desa Kasintuwu, Kecamatan Mangkutana, Luwu Timur tetap dilakukan Final Hand Over (FHO), Jumat (28/6/19). 

Tampak Tim dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XIII Makassar melakukan FHO terhadap proyek pelebaran jalan yang dikerja pada tahun 2018 lalu terhitung enam bulan pasca dikerja.

Saat dikonfirmasi terkait kegiatan FHO yang dilakukan, tak satupun dari tim BBPJN yang hadir memberikan keterangan, setelah mengetahui ada pihak media yang hadir.

“Bapak dari media.? Maaf kami tidak bisa memberikan keterangan” singkat salah tim BBPJN yang juga tidak ingin menyebut namanya.

Ditempat yang sama, salah satu pihak subkon membenarkan jika tim yang hadir tengah melakukan pengecekan untuk FHO, namun kehadiran pihak subkon bukan sebagai pihak perusahaan yang tergabung dalam tim FHO, melainkan hadir hanya untuk mempertanya soal hutang rekanan yang belum dibayarkan ke pihak subkon.

“Para tim sedang memeriksa untuk FHO, saya hadir bukan wakili perusahaan, tapi saya hadir untuk pertanyakan dana saya yang belum dibayar pihak perusahaan, yang sampai saat ini tidak diketahui keberadaannya” ungkap pihak subkon.

Terpisah, masyarakat setempat saat ditemui batarapos.com terkesan heran atas proses FHO yang dilakukan, menurutnya, proyek tersebut tidak layak FHO, dengan kondisi yang rusak.

“Masa di FHO proyek begitu, saya kira kalau proyek FHO itu proyek yang bagus hasilnya, ini proyek baru berapa bulan sudah rusak, dan rusaknya itu bukan karena bencana alam, tapi memang hasil kerjanya yang tidak bagus” ucap warga sembari heran.

 

Diketahui proyek senilai 30an Milyar itu dikelolah oleh PT. Cipta Aksara Perkasa dibawah pimpinan Gifar, dimana hasil pekerjaan proyek tersebut banyak titik yang sudah mengalami kerusakan, namun kerap dialihkan pengelolah ke bencana alam sebagai pemicu kerusakan.

Tak hanya itu, para subkon pun menilai jika proyek tersebut gagal kontruksi dan mengubah gambar bangunan, diduga untuk menghemat anggaran. (Tim).

SebelumnyaDialog BPP-LPLHIPI, DLH: Tambang Bukan Satu-Satunya Penyebab Bencana Alam
SelanjutnyaKetua DPP JOIN Pusat Tanggapi Mundurnya Sejumlah Pengurus DPD JOIN Luwu Utara