Puluhan Hektare Kebun Warga di Dusun Talagonggo Terendam Banjir

181

 

Luwu utara, batarapos.com – Puluhan hektare lahan perkebunan warga Dusun Talagonggo, Desa Tolada, kecamatan Malangke, kabupaten Luwu Utara, terendam banjir, serta warga berharap pihak pemerintah, agar memperbaiki tanggul yang jebol.

Aris (45) petani, Salah satu warga dusun talagonggo mengatakan, banjir yang melanda dusun talagonggo ini, akibat hujan deras beberapa hari yang lalu di hulu sehingga mengakibatkan debit air sungai meningkat dan sampai merendam pemukiman dan lahan pertanian warga.

“banjir di daerah dusun talagonggo desa tolada ini tidak menentu datangnya, karena biarpun musim kemarau disini, tapi musim hujan di hulu sungai, tetap akan berdampak di wilayah dusun talagonggo ini.bahkan jika hujan deras itu, ketinggian air yang menggenangi rumah warga,mencapai ketinggian hingga satu meter,” kata Aris, saat di temui batarapos.com di kediamannya pada hari minggu, (12/09/2021).

Aris melanjutkan, wilayah dusun talagonggo, desa tolada, kec. Malangke, ini terendam banjir selama 16 hari dan sampai saat ini belum ada pihak pemerintah yang menyalurkan bantuan kepada kami, hanya bantuan dari masyarakat ada.

“sudah 16 hari wilayah dusun talagonggo desa tolada terendam banjir, tetapi kami masyarakat dusun talagonggo belum pernah mendapat bantuan dari pihak pemerintah, pernah ada bantuan masuk, tetapi itu bantuan dari masyarakat berupa sembako dan kebutuhan lainnya” lanjutnya

“penghasilan masyarakat disusun talagonggo itu, dominan dibidang pertanian seperti (jagung,jeruk dan kelapa sawit) tetapi kalau sudah begini situasinya tanaman kami itu banyak yang mati, bahkan tanaman jeruk saya itu yang saya tanam ada sekirar 200 pohon, tetapi yang hidup itu tinggal 20 pohon,di karenakan direndam air jadi banyak yang mati, serta masih ada lahan warga yang dekat dengan sungai itu, masih terendam sampai sekarang, dan lahan pertanian warga yang terendam banjir itu yang saya tau dan khususnya orang duri disini, ada sekitar 50 hektare,” jelasnya

Aris juga berharap kepada pihak pemerintah agar segera memperbaiki tanggul sungai yang sudah rusak. Sehingga apa bila musim hujan tiba, air tidak lagi sampai menggenangi rumah warga.

“harapan kami sebagai masyarakat dusun talagonggo, desa tolada, kepada pihak pemerintah itu, agar tanggul yang rusak itu bisa diperbaiki, karena kalau tanggul itu di perbaiki, biar musim hujan di hulu air itu tidak sampai masuk ke pemukiman warga, tetapi kalau tanggul itu tidak di perbaiki, biar kemarau disini, tetapi hujan di atas hulu, yah beginimi jadinya, air tetap merendam rumah warga.” tutupnya.
(Rival)

SebelumnyaUniversitas Muhammadiyah Palopo Gelar Pasta Maba Tahun 2021, Ini Tujuannya
SelanjutnyaCampuri Urusan Petani dan Koperasi, Kejati Riau Offside, Jaksa Agung Didesak Tegur Bawahan