Pernyataan Gubernur Disorot Warga Rampi, Sebut Kenapa Tidak Keluar dari Indonesia Sekalian

1331

Luwu Utara, batarapos.com – Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman saat menyampaikan pidato di rapat paripurna istimewa HUT ke-19 Luwu Timur, menuai sorotan dari masyarakat Rampi Luwu Utara, (12/5/22).

Berawal dari Gubernur Sulawesi Selatan membahas pembangunan jalan penghubung Luwu Timur dan Morowali  dalam pidatonya, lalu disambung dengan persoalan jalan yang ada di Rampi, Luwu Utara.

“Seperti di Rampi, saya sampaikan di Luwu Utara tadi, katanya ada yang mau keluar dari Sulawesi Selatan ini, kenapa nda keluar sekalian dari Indonesia gitu kan,” Ucap Gubernur Sulawesi Selatan sambil tersenyum.

Bukan tidak ingin membangun kata Gubernur, namun pemabangunan itu dilakukan secara bertahap, mengingat kontur tanah di Rampi labil “Bukan kita tidak mau membangun nda, kenapa panjangnya kita tentu bertahap, kemampuan keuangan wilayah ini tidak sekuat yang kita pikirkan, kalau kali kalinya itu ke Rampi itu sekitar 80 kilo saya sudah cek, kita kasi anggaran ke teman teman TNI saja untuk buka akses saja,” sambung Gubernur.

Pidato Gubernur Sulawesi Selatan itu disaksikan tamu undangan rapat paripurna HUT Luwu Timur,via zoom meeting serta masyarakat luas melalui kanal youtube yang disiarkan secara live oleh Kominfo SP Luwu Timur.

Pernyataan tersebut dianggap mengejek dan menuai sorotan dari tokoh masyarakat Rampi, salah satunya Karel Sinta, ia mengatakan bahwa Sikap Gubernur Sulawesi Selatan bukan sosok Pemimpin.

“Bahasa itu tidak selayaknya di utarakan oleh Gubernur” katanya.

Pernyataan Gubernur yang dianggap melukai hati masyarakat Rampi tersebut menjadi tamparan terhadap warga Rampi, betapa tidak Gubernur Sulawesi selatan Andi Sudirman Sulaiman harusnya memberikan solusi membangun Rampi sehingga tidak tertinggal lagi layaknya daerah lain.

“Harusnya pak Gubernur yang terhormat berikan solusi terbaik untuk membangun daerah Rampi,” Ujarnya.

Masyarakat Rampi menilai Gubernur Sulawesi Selatan dalam pidatonya Terkesan sangat mempermalukan warga Rampi.

“Ini Gubernur tidak punya etika komunikasi, Sepertinya dia tidak menganggap kita. Ini pernyataan yg menjijikan dari seorang Gubernur, jauh lebih terhormat berkomunikasi dengan seorang yang tidak punya pendidikan dan tidak ada jabatan tapi punya etika,” ungkap Freddy Erenst Tokoh Masyarakat Rampi

Masih kata Freddy Erenst bahwa Ucapan ini bisa diperkarakan, Tidak pantas seorang Gubernur berpidato didepan khalayak ramai sambil tertawa pandang enteng.

“Sebagai orang yang punya darah RAMPI, saya tersinggung dengan ucapan Andi Sudirman Sulaiman yang bagi saya pandang enteng RAMPI,” Tegasnya.

Selain itu, Ramon Dasinga Ketua Ikatan Pelajar mahasiswa Rampi (IPMR) sangat geram dengan kata-kata seorang Gubernur yang menyuruh masyarakat Rampi untuk meninggalkan Indonesia.

“Indonesia ini bukan milik Pak Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, kenapa seenaknya menyuruh Masyarakat Rampi keluar dari Indonesia,” Tuturnya.

Bangsi juga menanggapi pernyataan tersebut bahwa Gubernur Sudah keterlaluan dan sikap ini seperti bukan sikap Pemerintah.

“Lebih terhormat jika berbicara dengan orang yang tidak berpendidikan namun beretika, ketimbang berbicara dengan orang berpendidikan namun etikanya tidak ada,” paparnya.

Tim batarapos.com

SebelumnyaPeringatan Hari Jadi ke – 19 Tahun Luwu Timur Menginspirasi
SelanjutnyaPeringatan Hari Jadi ke-XXIII Luwu Utara, Bupati Ucapkan Terima Kasih Kepada Pemprov Sulsel