Reses Perseorangan, Wahidin Wahid Tanggapi Kritik Dan Saran Masyarakat

19

Luwu Timur, Batarapos.com – Kegiatan reses perseorangan yang dilaksanakan oleh Anggota Komisi II DPRD Luwu Timur Legislator Partai Golkar (Wahidin Wahid), di Desa Manunggal, Kecamatan Tomoni Timur, Rabu (23/10/19).

Dalam kegiatan tersebut hadir Kepala Desa Manunggal (Bambang Sutrisno), Tokoh Masyarakat, kaum Ibu-ibu dan kaum Millenial yang berjumlah sekitaran ratusan lebih.

Sebagai anggota DPRD Kabupaten Luwu Timur, reses merupakan agenda yang sangat penting dan harus dilaksanakan, karena kegiatan ini merupakan komunikasi dua arah antara Legislatif dengan Konstituen, melalui kunjungan kerja secara berkala yang merupakan kewajiban anggota DPRD untuk bertemu dengan konstituennya secara rutin pada setiap masa reses.

Dalam reses tersebut banyak warga meminta agar desa Manunggal diperhatikan karena di desa ini butuh juga pembangunan dan perbaikan, diantaranya pengaspalan, pembuatan drainase, Talud, Pupuk untuk tanaman petani, serta perbaikan jembatan penghubung antara dua desa, yaitu desa Manunggal dengan desa Alam Buana, yang sempit dan hampir ambruk dan masih banyak keluhan lagi.

“Dipembahasan nanti Insya”Allah kita perjuangkan, semoga sebagian keluhan masyarakat terutama di dapil Tiga ini ada yang bisa direalisasikan, kita berharap pemerintah daerah juga tidak tutup mata terkait masalah yang dihadapi di wilayah ini, meskipun besar anggaran tidak mencukupi, namun program ini harus tetap diajukan,” ucap Wahidin.

Lanjutnya, “Tujuan reses tidak lain Menyerap dan menindaklanjuti aspirasi konstituen dan pengaduan masyarakat, guna memberikan pertanggungjawaban moral dan politis kepada konstituen di Dapil sebagai perwujudan perwakilan rakyat dalam pemerintahan, selanjutnya diteruskan kepada pihak eksekutif untuk ditindaklanjuti sebagai bahan penyusunan RKPD tahun Anggaran 2020,” kata Wahidin.

Kepala Desa manunggal (Bambang Sutrisno), sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Anggota DPRD Luwu Timur (Wahidin Wahid), karena memilih desa Manunggal sebagai tempat diadakannya reses perorangan, karna bisa langsung bertatap muka dengan masyarakat setempat, dan Reses tersebut ada sesi tanya jawab sehingga keluhan masyarakat bisa diserap dijadikan skala prioritas nanti saat pembahasan.

Berjalannya waktu Kritik dan saran masyarakat ini lansung ditanggapi (Wahidin Wahid) selaku anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah tersebut.

Hasilnya akan dibahas kedalam sidang paripurna melalui fraksi masing-masing, sebagai laporan pertimbangan untuk rencana pembangunan daerah pada Rancangan APBD di tahun anggaran berikutnya. (Subhan)