Soal FKN Ke XIII, Raja Malaysia Laporkan Salah Satu Media Online

59

 

Sul-Sel, batarapos.com – Raja Malaysia (Datok Sri Tengku Daeng Baha Ismail) persoalkan dan akan melaporkan salah satu media online di Sulawesi Selatan yang merilis berita dengan judul “Raja Malaysia Puas Menyaksikan Pementasan Teater I La Galigo”

Laporan tersebut terkait komentar Datok Sri Tengku Daeng Baha Ismail dalam rilis berita yang dimuat media online tersebut pada tanggal 12 September 2019 saat menghadiri FKN XIII di Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Datok Sri Tengku Daeng Baha Ismail tidak terima lantaran komentar yang menyebut namanya itu dimuat di media yang sama sekali tidak pernah disebutnya.

Dalam rilis itu, Datok Sri Tengku Daeng Baha Ismail berkomentar “Keramahan, kesatuan antara pemimpin daerah dan pemangku adat di Wotu sangat nampak,”  kata Yang Dipertuan Agong Datok Sri Tengku Daeng Baha Ismail kepada wartawan.

Komentar lain juga mengatakan bahwa “Saye dah dengar name I La Galigo itu, tapi tak penuh saye memahaminye, pastilah saye penasaran, tadi malam dah tengok kisah tu sampai habes, Luar biaselah kisahnye, apelagi di lakonkan gades dan bujang yang hemat saye sangat terampel, saye kagom dan sangat terhibur, ” lanjut Datok Sri Tengku Daeng Baha Ismail.

“Saya cukup apresiasi tentang panitia lokal FKN di Wotu. Memberikan kesan cukup baik menyabut Para Raja dan Sultan yang hadiri,” ujarnya.

“Bukan hanya kegiatan teater I La Galigo saya anggap sukses. Tapi dalam kegiatan Ramah Tamah pun kita sambut secara adat di Wotu. Dan itu saya anggap di wotu prosesi menyabut secara adat masih terjaga baik. Apalagi kita disajikan beberapa tarian cukup sakral buat saya, seperti tarian Kajangaki dan Sumajo itu,” jelasnya.

Komentar-komentar tersebut yang dipersoalkan Raja Malaysia Datok Sri Tengku Daeng Baha Ismail, yang menurutnya tidak pernah membuat pernyataan demikian.

Laporan tersebut dibenarkan oleh nara sumber kepada batarapos.com yang enggan disebutkan namanya.

Menurutnya, saat perjalanan pulang, sekitar area kabupaten Wajo, para rombongan Raja Malaysia itu membaca berita yang dirilis oleh salah satu media online, setelah membaca berita itu, Raja Malaysia Datok Sri Tengku Daeng Baha Ismail melaporkan ke Mapolres Wajo, namun diarahkan kembali untuk melapor ke Mapolres Luwu Timur, pasalnya kegiatan tersebut terselenggara di wilayah hukum Resor Luwu Timur.

“Sempat mereka mau buat laporan pengaduan di Polres Wajo terkait berita itu, tapi diarahkan kembali ke Polres Luwu Timur, karena wilayah kegiatan ada di Luwu Timur” Ungkap Sumber.

Kemungkinan kata Sumber, mereka melapor ke Polda Sulsel atau ke Kedutaan Besar Malaysia di Indonesia, pasalnya saat hendak melaporkan, mereka tidak terima pernyataan yang tidak pernah disebutnya terpublikasi di media, namun hingga kini, belum ada kabar kelanjutan.

“Kemungkinan melapor ke Polda atau ke Kedubes Malaysia di Jakarta, tapi sampai sekarang, kami belum dapat perkembangannya” Kata Sumber.

Sumber menambahkan, bahwa ini pelajaran buat kita semua, agar tidak mempublikasikan apa yang tidak pernah disebutkan orang lain dalam hal mengutip, karena tidak semua orang bisa menerima meskipun yang ditulis hal yang baik, terlebih jika hal yang tidak baik. (HS).