Surat Teguran Aparat Desa Wonorejo Yang Dipecat Diduga Direkayasa

4

Luwu Timur – Sejumlah keganjilan terkait pemecatan aparat Desa Wonorejo, Kecamatan Mangkutana, Luwu Timur, mulai bermunculan.

Salah satunya surat peringatan aparat Desa yang konon telah dilayangkan Kades Wonorejo (Hj. Nurhayati) sebanyak tiga kali diduga direkayasa.

Sementara pengakuan aparat Desa yang dipecat, hanya sekali menerima surat peringatan itupun peringatan terkait menghadiri panggilan Cabang Kejaksaan Negeri Wotu saat itu, sehingga para aparat Desa dinilai Kadesnya tidak disiplin.

Saat di investigasi, ditemukan registrasi nomor surat keluar yang sama dengan nomor surat lain dengan tujuan berbeda.

Seperti nomor surat, 478.141.3/478/SR/DW-KM tujuan Camat Mangkutana, tanggal 28 bulan 6 tahun 2019 keterangan, surat Rekomendasi.

Selanjutnya diselip diantara deretan dengan nomor surat, 478A. 000/478A/SP/DW-KM tujuan Muhammad Arifudfin Samrah tanggal 1 Bulan 7 tahun 2019, keterangan surat Teguran.

Dan nomor surat 478B.000/478B/SP/DW-KM, tujuan Lestari Windayani tanggal 1 bulan 7 tahun 2019, keterangan surat Teguran.

Surat teguran tersebut diklaim sebagai surat teguran ketiga untuk para aparat Desa, dimana surat teguran lainnya juga nomor suratnya disamakan, seperti pada tanggal 15 Maret 2019 yang disebut sebagai surat teguran kedua dengan nomor surat 216A, 217A dan 218A.

Dihadapan Kepala Desa, Kasi Pemerintahan (Nurhazanah) saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa surat tersebut tumpang tindih dengan surat lain, sehingga surat yang keluar dengan nomor yang sama namun menggunakan kode.

“Surat keluar dobel pak, jadi nomor suratnya sama, jadi saya kasi kode saja, surat yang lain aparat lain yang bikin, saya juga bikin jadi sama nomor suratnya dengan surat teguran itu” Jelasnya.

Nurhazanah juga menuturkan bahwa, saat setelah surat tersebut di print baru dilihatnya jika nomor surat tersebut sama.

“Pas sudah saya print baru saya lihat kalau nomor suratnya sama, jadi saya kode saja pake huruf” tuturnya.

Saat ditanyai soal upaya untuk merubah surat tersebut saat setelah di print untuk menyesuaikan nomor surat, ia berdalih jika tidak memikirkan hingga sampai ke hal demikian.

“Tidak kepikiran mi sampai disitu pak, jadi saya kasi saja kode dibelakang nomor” Dalihnya.

Hingga dikabarkan, Kades dan Kasi Pemerintahan enggan memperlihatkan buku daftar surat keluar. (HS).