Warga Desa Seberang Swadaya Jalan Tani

140

Bone, batarapos.com – Demi menikmati akses jalan tani yang layak dilalui kendaraan menuju lahan perkebunan mereka, warga Desa Seberang, Kecamatan Lamuru, Kabupaten Bone aktif melakukan gotong royong.

Kebersamaan warga Desa Seberang rutin dilakukan sekali sepekan yakni setiap hari jumat pagi, bahkan tidak tanggung-tanggung kebersamaan warga setempat sekali bergotong royong bisa mencapai 50 orang seperti yang terpantau oleh media ini pada Jumat (3/9/2021) kemarin.

Tidak lain untuk menutupi jalan tani yang berlubang tersebut, bahkan warga setempat memanfaatkan material diperkebunan masyarakat menggunakan mobil rakitan, 5 unit jenis dompeng milik warga.

Budaya gotong royong warga Desa Seberang dalam membangun desa mereka sepatutnya diapresiasi, meski akses jalan mereka masih kurang mendapat perhatian serius oleh pemerintah desa selaku pengguna anggaran.

Namun masyarakatnya tidak pernah berkecil hati dan terus berusaha melakukan gotong royong bahkan rela patungan mengumpulkan dana pribadi mereka demi menikmati jalan yang layak diakses.

Partisipasi masyarakat sudah terkumpul dua juta rupiah lebih untuk digunakan membeli material timbunan“, kata Tammase.

Jalan tani Tongrong Ladoko Dusun Jangkali merupakan akses vital dan sangat diperioritaskan masyarakat yang mayoritas petani kebun. Selain warga Desa Seberang sendiri, jalan ini juga difungsikan oleh warga desa tetangga seperti warga Desa Padaelo (Kecamatan Lamuru), warga Desa Barae (Kabupaten Soppeng) warga Desa Liliriawang (Kecamatan Bengo yang bercocok tanam diwilayah ini.

Kami sangat berharap ada sedikit bantuan dari pemerintah baik berupa timbunan sirtu untuk pengerasan jalan tani yang sudah digotong royong warga“, tambah Atisa.

Warga Desa Seberang bernama Saha mengaku sangat kewalahan melintasi jalan ini saat musim hujan tiba akibat berlumpur dengan kedalaman sampai betis orang dewasa dan harus mengeluarkan uang banyak untuk mengangkut hasil bumi masyarakat.

Biasa lima puluh ribu rupiah ongkosnya kalau diojek menggunakan motor sekali jalan”, kata Saha saat disambangi dikediamannya kemarin (Sabtu, 04 september 2021).

Sementara Saide (85) menceritakan keberadaan jalan tani Tongrong Ladoko Dusun Jangkali tersebut, dimana jalan ini memiliki sejarah yang tidak begitu saja dilupakan warga Desa Seberang.

Bahkan Saide masih ingat persis waktu itu Indonesia masih dibawah penjajahan, banyak warga asing (Belanda) tinggal disana (Galung Langie) yang kini berubah menjadi lahan perkebunan masyarakat.

Ada dulu kampung didalam Sumpang Kerame, Galung Langi dan Annunge nama kampung disitu. Bahkan didalam (area perkebunan masyarakat) pernah tinggal seorang kerajaan waktu masih jaman belanda. (Dan) Inilah jalan tani Tongrong Ladoko yang dilalui masyarakat dulu”, cerita Saide. (Yusri/Agustang)

SebelumnyaPasien Sembuh Meningkat Lagi, Ini Update Lengkapnya
SelanjutnyaMusim Hujan, Pemdes Burau Pantai Bersama Warga Gotong Royong Bersihkan Drainase