Luwu Timur, batarapos.com – Warga pengguna jalan mengeluhkan jalan Trans Sulawesi di Desa Kasintuwu kecamatan Mangkutana, Luwu Timur yang sudah sebulan digali belum juga ditimbun.
Sisi jalan yang digali ratusan meter itu kedalamannya mencapai 70an cm namun hingga saat ini belum juga ada tanda-tanda akan dilakukan penimbunan.
Warga mengeluhkan galian tersebut berpotensi terjadi kecelakaan dan penyempitan jalan, mengingat jalan tersebut akses aktif kendaraan penghubung antara Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah.
“ Harusnya jalan kalau digali sudah ada persiapan untuk menimbun, ini malah sudah lebih sebulan belum juga ditimbun, bahaya ini bisa mengakibatkan kecelakaan apalagi anak sekolah lewat jalan ini, mana kendaraan juga padat, jalan sempit,” Ucap Agus.
Agus meminta agar pemerintah dan rekanan proyek segera membenahi jalan tersebut untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.
“ Pemerintah terkait harus mendesak rekanan agar segera dilakukan penimbunan, jangan nanti ada kecelakaan baru mau bergerak, ini rekanan hamper semua titik langsung dikerjakan tapi tak satu titik pun yang tuntas,” Katanya.
Proyek pelebarana jalan dan pemeliharaan jalan ini kelola oleh PT. Latanindo Graha Persada, dengan nilai kontrak Rp. 59,8 Miliar dibawah pengawasan PPK 2.5 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sulawesi Selatan.
Pihak rekanan saat dikonfirmasi batarapos.com enggan memberikan keterangan demikian dengan PPK proyek tersebut.
Tim batarapos.com











