Warga Resah, Kasus Dugaan Curnak Wilayah Hukum Polsek Tellu Limpoe Marak Terjadi ?

613

Bone, batarapos.com – Sepertinya, wilayah hukum Polsek Tellu Limpoe dinilai warga  tidak kondusif lagi, pasalnya dugaan kasus pencurian ternak akhir-akhir ini kerap terjadi dan diperkirakan sudah banyak korbannya.

Seperti yang dikeluhkan oleh salah satu diduga korbannya atas nama Nawa Binti Makarateng (62), warga Desa Batu Putih, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan kepada batarapos.com saat disambangi dikediamannya, Selasa (27/10/2020).

Saat itu, ternak kuda yang dipeliharanya selama kurang lebih 4 tahun, dilepas begitu saja bersama 3 ekor lainnya, lantaran sudah dianggap jinak dan terbiasa tidak pernah pergi jauh dari lingkungan sekitar tempat tinggalnya.

Namun, tepatnya malam Rabu 18 Agustus 2020 sekitar pukul 16:00 wita. Tiba-tiba saja kuda seharga kurang lebih 10 juta itu hilang tanpa jejak. Meskipun sempat melakukan pencarian selama 10 hari hingga menyusuri perbatasan Kabupaten Pangkep namun tidak membuahkan hasil.

Pernah memang sebelum lebaran kemarin ada warga disini yang mau beli waktu itu, jadi saya bilang. Banyak kudaku tapi hamil (Dan), tidak bisa dijual. Kemudian pergi mi itu orang, empat hari setelah lebaran. Saya cari itu kuda karena ada semua mi temannya, jadi saya cari tapi tidak ada. Dari situ memang saya sudah curiga”, jelas Mantan Kepala Dusun ini.

Lanjut diceritakan dalam satu tahun terkahir, wilayah ini sudah banyak korban dugaan kasus pencurian ternak terjadi. Hanya saja, sebahagian warga tidak ada yang melaporkan peristiwa tersebut ke aparat penegak hukum untuk ditindak lanjuti.

“Tidak ada yang melapor karena kalau dilapor begitu ji juga (tidak ada hasil), itu sapinya Herman dan Rise diikat ji tali hilang juga, anak sapinya saja tinggal. Melapor ji sama pemerintah setempat tapi begitu saja tidak ada respon jadi pusing kita ini masyarakat,” jelasnya dengan bahasa bugis.

Terpisah, dalam konfirmasinya Kapolsek Tellu Limpoe, Iptu Andi Khaeruddin melalui telefon seluler mengatakan, terkait dengan kasus dugaan pencurian ternak yang dialami oleh Nawa Binti Makarateng saat ini tengah ditangani pihak aparat kepolisian.

Itu sudah diperiksa saksinya, yang mengetahui bahwa itu (ternak), sapinya. Korbannya sudah diperiksa juga makanya saya minta disana tolong bantu informasi, ah itu. Jadi kita ini bekerja dibawah bukan main-main, kita sama-sama membantu masyarakat. (Kalau), itu saksinya juga sudah dipanggil, kedua bersangkutan sakit baru-baru opname kan begitu”, tegas Kapolsek Tellu Limpoe.

Lebih jelas Iptu Andi Khaeruddin mengatakan, berkaitan dengan maraknya dugaan pencurian ternak milik warga diwalayah tersebut. Sejauh ini aparat dari kepolisian Polsek Tellu Limpoe mengaku baru menerima satu laporan dugaan kehilangan dari masyarakat.

Yang laporan hanya satu orang saja, begini dek. Sistemnya orang disana sapi lampa (Tidak diikat), jadi mungkin 1 tahun atau 2 bulan baru liat sapinya ah begitu. Nah kita ini Polsek (Wilayah hukum Tellu Limpoe), yang ada laporan polisinya yang ditambahkan umpamanya didekat rumahnya, umpamanya toh. Sapi hilang satu bulan baru ketahuan bagaimana cara prosesnya, tidak tau Tempat Kejadian Perkaranya (TKPnya)“, cetusnya.

Kapolsek Tellu Limpoe Iptu Andi Khaeruddin menegaskan, bahwa semua laporan dari masyarakat pasti ditindak lanjuti dan termasuk meminta bantuan warga setempat guna mempercepat proses penyelidikan selanjutnya. (Yusri).