Video : Sebelum Tenggelam di Danau Towuti Korban Baca Al-Baqarah

4171

Luwu Timur, batarapos.com – Dua warga Desa Loeha, Kecamatan Towuti Luwu Timur korban tenggelam di Danau Towuti, Minggu (6/6/21), hingga hari ketujuh ini belum ditemukan.

Ratusan masyarakat dan tim SAR bergerak menyisir danau sejak hari kejadian hingga hari ini, Sabtu (12/6/21) namun tidak membuahkan hasil.

Tak hanya melakukan penyisiran, masyarakat juga rela membuat tenda dan menginap di tanggul muara sungai tak jauh dari lokasi tenggelamnya perahu kedua korban.

Tiga korban yang tenggelam diketahui bernama Haerunnisa (15), Ishar (35) dan Islahuddin (69), untungnya Haerunnisa berhasil selamat dari kejadian itu, namun ayah dan kakeknya ikut tenggelam bersama perahu.

Dua perahu yang beriringan itu dari pelabuhan lama Mahalona menuju pelabuhan Loeha setelah melayat.

Satu perahu yang ditumpangi korban sebelumnya macet, perahu itu ditumpangi empat orang termasuk pengemudi.

Sepanjang perjalanan, korban terus membaca surah al-baqarah hingga akhirnya perahu korban menepi tepat di muara sungai.

Karena waktu sudah memasuki sholat magrib, para korban terpaksa sholat magrib di tanggul muara sungai.

“Jadi kami saat berangkat delapan orang, beriringan dua perahu, tapi karena perahu yang ditumpangi bapak macet juga ada yang bocor kemasukan air, akhirnya kami menepi di muara sungai, kami juga sempat sholat magrib ditanggul sebelum lanjut” Kata salah satu korban selamat yang ditemui batarapos.com di tanggul muara sungai tempat korban sholat sebelum tenggelam.

Saat hendak melanjutkan perjalanan, satu orang dipindahkan ke perahu lain, sehingga di perahu yang tenggelam hanya ditumpangi tiga orang.

Karena kondisi sudah gelap, mereka melanjutkan perjalanan bermodalkan senter korek api, nahas ditengah perjalanan perahu yang ditumpangi korban menghilang, penumpang perahu lainnya memberi kode senter korek api namun tidak ada respon.

“Setelah sholat, satu orang dipindahkan ke perahu yang kami tumpangi, jadi sisa tiga orang di perahu yang satunya, karena sudah gelap kami lanjutkan perjalanan bermodal senter korek, pas ditengah danau, perahunya hilang, saya kode senter korek tidak ada respon, makanya kami kembali, sudah tidak ada perahu, kami cari-cari sisa satu korban yang kami dapat mengapung menggunakan tas kecil” tuturnya.

(Hasmin Syarif).

Berikut video korban baca Al-Baqarah sebelum perahu tenggelam :

SebelumnyaMasyarakat Sassa Laksanakan Kegiatan Adat Limola, “Sibaloli Kolobuai”
Selanjutnya30 Tahun Tinggal Dihutan, Janda Miskin di Bone Nafkahi Lima Orang Anak dan Kakek Sebatang Kara