
Liputan : Rudini
Morowali Utara, batarapos.com – Kepala Desa Lemo Walia, Kecamatan Bungku Utara, Kabupaten Morowali Utara, menyampaikan aspirasi masyarakat pedalaman yang berharap adanya pemerataan pembangunan dari pemerintah, khususnya bagi wilayah terpencil. Dalam pernyataannya, ia mengungkapkan bahwa masyarakat desa tidak menuntut hal berlebihan, melainkan hanya menginginkan perhatian yang adil sebagaimana dirasakan daerah yang lebih maju. Senin,(30/3/2026)
“ Kami masyarakat yang tinggal di daerah pedalaman dan pelosok negeri ingin menyampaikan suara hati kami. Kami bukan menuntut sesuatu yang berlebihan, kami hanya berharap perhatian yang adil seperti yang dirasakan saudara-saudara kami di daerah yang lebih maju, ” ujarnya.
Ia menekankan bahwa infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan merupakan urat nadi kehidupan masyarakat desa. Akses tersebut sangat penting untuk menunjang aktivitas ekonomi, pelayanan kesehatan, hingga pendidikan anak-anak.
“ Bagi kami di pelosok, jalan dan jembatan bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi akses utama untuk menjual hasil kebun, mendapatkan layanan kesehatan, serta mengantar anak-anak ke sekolah, ” jelasnya.
Selain itu, ia juga menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat yang dinilai belum menjangkau wilayah pedalaman akibat keterbatasan akses dan distribusi.
Menurutnya, program tersebut diharapkan dapat disalurkan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan, seperti anak sekolah, lansia, fakir miskin, dan yatim piatu, atau dikelola melalui pemerintah desa maupun kelompok masyarakat setempat.
“ Di desa kami banyak kader yang siap menjadi pengelola. Dengan cara ini, program bisa tepat sasaran sekaligus menambah penghasilan masyarakat desa, ” tambahnya.
Lebih lanjut, ia juga menanggapi rencana pembangunan Gerai KDMP yang bertujuan meningkatkan ekonomi rakyat. Namun, ia mengingatkan bahwa tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, program tersebut akan sulit berkembang.
“ Gerai tersebut sulit berjalan jika akses jalan belum tersedia. Distribusi barang dan aktivitas ekonomi tidak akan maksimal tanpa infrastruktur yang layak, ” katanya.
Ia juga mengapresiasi keberadaan Dana Desa yang selama ini dinilai sangat membantu pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Namun, ia mengaku belakangan ini terdapat kebijakan baru yang berdampak pada melambatnya pembangunan di desa.
Menutup pernyataannya, Kepala Desa Lemo Walia menyampaikan harapan kepada Presiden agar lebih memperhatikan kondisi masyarakat di wilayah pelosok.
“ Kami masyarakat pelosok tidak meminta kemewahan. Kami hanya berharap pemerataan pembangunan, perhatian terhadap desa, serta kebijakan yang benar-benar melihat kondisi nyata masyarakat di pedalaman. Karena ketika desa dibangun dengan baik, Indonesia akan semakin kuat dari pinggiran hingga ke pusat, ” tutupnya.











