Liputan : Dedi
Luwu Utara, batarapos.com – Kebakaran hebat melanda sembilan lapak yang berada di pinggir Jalan Trans Sulawesi, Kelurahan Salassa, Kecamatan Baebunta, pada Selasa, 5 Mei 2026 sekitar pukul 10.30 Wita.
Akibat kejadian ini, jalan utama yang menghubungkan wilayah tersebut sempat lumpuh total karena api yang membesar menghalangi kendaraan melintas.
Menurut Kepala Kantor Kelurahan Salassa, Irwan Jaya, sumber api pertama diduga berasal dari lapak penjual kapurung.
” Itu informasi dari warga sekitar, ” jelasnya.
Meski demikian, Irwan Jaya menegaskan bahwa pihaknya belum dapat memastikan apakah kebakaran tersebut dipicu oleh aktivitas memasak atau faktor lain.
” Kami masih melakukan konfirmasi lebih lanjut kepada pemilik lapak yang terdampak, ” ujarnya.
Kebakaran ini tidak menimbulkan korban jiwa, namun kerugian materi diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Dari sekitar 20 lapak yang berdiri di sekitar lapangan Salassa, sembilan di antaranya hangus terbakar.
Irwan Jaya menegaskan bahwa pihak kelurahan akan terus melakukan koordinasi untuk memastikan penyebab pasti kebakaran dan memberikan bantuan kepada para korban agar segera pulih dari musibah ini.
” Kami akan berupaya maksimal agar kejadian serupa tidak terulang dan kondisi di lapangan segera normal kembali, ” pungkasnya.
Sementara itu, Kapolsek Baebunta, IPDA Juamaing, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa lapak yang terbakar merupakan bangunan semi permanen dengan dinding papan dan atap seng yang digunakan para pedagang untuk berjualan berbagai kebutuhan sehari-hari.
Adapun para korban dalam peristiwa tersebut antara lain Minunan (60), Rohayu Parasiung (55), Palurangi (42), Misrawati (46), Dundung (62), Hasniwati (50), dan Suriani (40). Sementara itu, saksi yang melihat langsung kejadian adalah Mirayani (21).
Berdasarkan kronologi kejadian, kebakaran diduga bermula dari salah satu kios milik Misrawati. Saat itu, ia baru saja selesai memasak bahan kapurung dan mematikan kompor, lalu keluar untuk menata dagangan lainnya. Di dalam kios, anaknya yang masih berusia 3 tahun sedang bermain.
Tak lama kemudian, Misrawati melihat api muncul di atas meja makan berbahan kayu yang diduga berasal dari colokan listrik. Di dekat lokasi tersebut juga terdapat bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin sekitar 10 liter, yang kemudian ikut tersambar api.
“ Korban sempat berupaya memadamkan api menggunakan kain basah, namun api justru membesar dan dengan cepat merambat ke dinding kios yang terbuat dari triplek, ” jelas IPDA Juamaing.
Karena api semakin tidak terkendali, Misrawati segera menyelamatkan anaknya dan keluar meminta bantuan warga. Kobaran api yang sudah besar kemudian menyambar lapak-lapak lain di sekitarnya hingga menyebabkan kebakaran meluas.
Beberapa saat kemudian, petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Luwu Utara tiba di lokasi dan berhasil memadamkan sisa api.
Personel Polsek Baebunta juga turun langsung ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengamankan situasi serta melakukan pengumpulan keterangan.
Dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp50 juta.
“ Situasi di lokasi kejadian saat ini telah aman dan terkendali, ” tutup IPDA Juamaing.












