Liputan : Tim
Luwu Timur, batarapos.com – PT Citra Lampia Mandiri (CLM) kembali menunjukkan komitmennya terhadap budaya keselamatan kerja dengan menggelar kegiatan Defensive Driving Training bagi para driver dan pekerja operasional perusahaan.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 8 hingga 10 Mei 2026 itu dilaksanakan di Wisma Trans Puncak Indah, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur. Pelatihan diikuti karyawan PT CLM, kontraktor, hingga subkontraktor yang beraktivitas di area kerja perusahaan.
Dalam pelatihan tersebut, PT CLM menghadirkan trainer lokal berpengalaman, yakni Muh. Amir Pateha dan Abd. Aris BK, yang dikenal memiliki pengalaman panjang di dunia pertambangan dan keselamatan kerja.
Health And Safety Superintendent PT CLM, Amran mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan meningkatkan safety awareness seluruh pekerja, khususnya dalam aktivitas berkendara di area tambang.
“ Keselamatan kerja menjadi prioritas utama perusahaan. Karena itu kami terus mendorong peningkatan pemahaman dan kesadaran para driver agar selalu mengutamakan keselamatan dalam bekerja, ” ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan trainer lokal dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata komitmen perusahaan dalam memberdayakan sumber daya manusia daerah yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidangnya.
“ Kami lebih mengedepankan trainer lokal, apalagi Pak Amir dan Pak Aris bukan orang baru di dunia mining industry. Pengalaman mereka selama bertahun-tahun di PT Vale tentu menjadi nilai tambah yang sangat baik untuk dibagikan kepada peserta pelatihan, ” jelas Amran.
Ia menambahkan, beliau (Amir dan Aris) merupakan eks trainer dan safety PT Vale yang memiliki pengalaman dalam penerapan sistem keselamatan kerja di industri pertambangan.
Menurut Amran, PT CLM juga ingin mengacu pada sistem keselamatan kerja yang diterapkan PT Vale sebagai perusahaan internasional yang dikenal sangat peduli dan konsisten menerapkan standar safety.

“ Kami ingin mengacu pada sistem safety yang diterapkan PT Vale sebagai perusahaan internasional yang sangat peduli dan menerapkan standar keselamatan kerja, ” tambahnya.
Ia juga menyebutkan bahwa Pak Amir Pateha hingga saat ini masih aktif di bidang alat berat dan menjadi trainer senior di LPKS Syiar Utama Luwu Timur.
Sementara itu, Amir Pateha mengaku bangga dapat kembali berbagi pengalaman kepada para driver di lingkungan perusahaan tambang.
Menurutnya, defensive driving bukan sekadar kemampuan mengemudi, tetapi juga menyangkut pola pikir, disiplin, dan kemampuan membaca potensi bahaya di lapangan kerja.
“ Dalam dunia pertambangan, keselamatan itu nomor satu. Driver bukan hanya dituntut mampu mengoperasikan kendaraan, tetapi juga harus punya kesadaran dan tanggung jawab terhadap keselamatan diri sendiri maupun orang lain, ” ungkapnya.
Ia menilai PT CLM memiliki perhatian besar terhadap penguatan budaya keselamatan kerja dengan menghadirkan pelatihan secara berkelanjutan kepada para pekerja.
“ Kami mengapresiasi PT CLM karena terus memberikan ruang bagi peningkatan kompetensi tenaga kerja, sekaligus membuka peluang bagi putra daerah untuk ikut berkontribusi melalui pelatihan seperti ini, ” tambahnya.
Hal senada disampaikan Aris BK. Ia menyebut pelatihan tersebut menjadi momentum penting untuk membangun budaya kerja yang lebih aman dan profesional di lingkungan pertambangan.
“ Pengalaman kami selama bekerja di industri tambang menjadi bekal untuk berbagi kepada teman-teman driver. Harapannya materi yang diberikan dapat diterapkan saat bekerja sehingga risiko kecelakaan bisa diminimalisir, ” katanya.
Kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusias. Para peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga pemahaman mengenai pentingnya komunikasi kerja, kepatuhan terhadap prosedur keselamatan, serta kesiapan menghadapi kondisi darurat di area operasional perusahaan.












