Liputan : Tim
Luwu Timur, batarapos.com – Berada di pusat pemerintahan Kabupaten Luwu Timur, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, justru masih menghadapi sejumlah persoalan infrastruktur dasar yang dikeluhkan masyarakat.
Keluhan tersebut mencuat dalam kegiatan reses perseorangan Anggota DPRD Luwu Timur, Mahading, yang digelar di Kantor Desa Puncak Indah, Jumat (14/8/2026).
Sejumlah warga hadir menyampaikan aspirasi, mayoritas di antaranya kaum perempuan yang aktif menyuarakan kondisi lingkungan tempat mereka tinggal.
Kepala Desa Puncak Indah, Muh. Cakkir, mengatakan karakteristik desanya berbeda dengan wilayah lain di Luwu Timur karena berada di kawasan ibu kota kabupaten dan menjadi salah satu pusat pemerintahan.
Menurutnya, Desa Puncak Indah memiliki jumlah penduduk yang cukup padat dengan latar belakang suku dan profesi yang beragam. Warga umumnya bekerja sebagai aparatur sipil negara, petani hingga pelaku usaha.
Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya diikuti dengan ketersediaan infrastruktur publik yang memadai.
Sejumlah persoalan yang masih dirasakan masyarakat antara lain kondisi jalan, sanitasi, drainase, serta minimnya penerangan jalan. Persoalan tersebut, kata dia, telah lama menjadi keluhan warga.
Dalam reses tersebut, Ani Sukria, salah seorang warga, meminta agar jalan di Lorong 7 hingga Lorong 10 mendapat perhatian pemerintah. Ia mengusulkan pengaspalan jalan sepanjang kurang lebih tiga kilometer.
Selain itu, warga juga mengusulkan pembangunan jalan tani dari Lorong 10 menuju kawasan perkebunan.
“ Panjangnya sekitar dua kilometer lebih. Jalan itu sangat dibutuhkan untuk memudahkan suami kami menuju kebun, ” ujar Ani.
Keluhan lain disampaikan warga Dusun Fajar Indah terkait buruknya sistem sanitasi dan drainase. Ketiadaan saluran pembuangan menyebabkan air hujan meluap dan kerap menggenangi permukiman.
Warga berharap pemerintah membangun drainase sepanjang sekitar 800 meter yang mencakup dua lorong.
“ Mohon diperjuangkan pembangunan drainasenya. Selain itu, kami juga meminta peningkatan jalan dari Lorong 2 ke Lorong 3 karena kondisinya tidak rata dan banyak batu besar. Warga yang melintas merasa tidak nyaman, bahkan sudah ada yang jatuh, ” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dusun Gemini meminta pembangunan pagar di pemakaman umum Lorong 6, penambahan penerangan jalan, serta peningkatan jalan sepanjang sekitar satu kilometer berikut pembangunan drainasenya.
Ia juga meminta penambahan mobiler bagi siswa SD di Mallaulu.
“ Kasihan kami melihat anak-anak belajar berhimpitan karena kurangnya mobiler, ” katanya.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Mahading memastikan sejumlah usulan warga akan dicatat untuk diperjuangkan melalui lembaga DPRD Luwu Timur.
Terkait pengaspalan jalan dari Lorong 1 hingga Lorong 10, Mahading menyebut berdasarkan informasi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), pembangunan tersebut telah direncanakan menggunakan skema multiyears.
“ Untuk pengaspalan, insyaallah selesai. Ada orang dari Dinas PU di sini dan sudah menyampaikan bahwa itu bisa dilaksanakan melalui multiyears, ” kata Mahading.
Sementara untuk pembangunan jalan tani menuju perkebunan warga, Mahading menyatakan akan membawa aspirasi tersebut ke DPRD untuk diperjuangkan.
“ Untuk jalan tani menuju kebun warga, itu saya catat. Insyaallah saya perjuangkan di DPRD, ” ujarnya.
Mengenai pengembangan usaha ekonomi rumah tangga, Mahading meminta warga menyiapkan dokumen usaha dan proposal sebagai persyaratan pengajuan program.
Ia juga menyarankan warga berkoordinasi dengan dinas terkait, seperti Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan maupun Dinas Sosial.
“ Kalau sudah lengkap, ajukan proposalnya dan saya kawal, ” tegasnya.
Kegiatan reses tersebut turut dihadiri Camat Malili, perwakilan Dinas PUPR, Dinas Sosial P3A, Kepala Desa Puncak Indah beserta perangkat desa dan para kepala dusun, serta masyarakat.













